Masih Ada Waktu
Sasya menahan emosinya yang hampir meledak.
"Lo ada masalah apa, sih, sama gue?"
"Yaelah senyum doang apa susahnya, sih, Sya? Senyum itu kan ibadah."
Sasya menghela napas jengah. Ia malas berdebat dengan makhluk satu ini. Tenaganya akan habis, jika ia meladeni ucapan Rendy. Tanpa basa-basi, ia langsung tersenyum lebar, hingga terlihat jelas gigi gingsul yang bertengger di gusi sebelah kanan. Lima detik berjalan, ia kembali menormalkan ekspresi wajahnya, datar.
Hot Chapters