Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Dia hanya tersenyum samar—senyum khasnya yang bisa membuat jantungku berhenti berdetak sepersekian detik—lalu menarikku sedikit lebih dekat hingga lengan kami hampir bersentuhan.
“Namanya Binar Gendhis Rarasita,” ucapnya. “Mahasiswi kedokteran di Universitas XYZ. Dia kesayangan Oma Wening dan Mama Maya.”
Suasana hening sejenak. Lalu salah satu wanita yang berdiri di sisi kanan tertawa kecil dan menyambar, “Dan, kesayangan Pak Kais juga, kan ya?”
Aku pun menunduk, sementara pipiku langsung panas seperti kena sinar laser.