Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Elegi Syila

Elegi Syila

Hal pertama yang mereka lakukan adalah pura-pura kembali membersihkan meja dan kursi. Julian ingin tertawa melihat tingkah mereka yang canggung dan lucu di matanya. Tetapi sebagai atasan, ia harus menjaga wibawa dengan baik. Cukup senyum simpul yang berhasil terbit menghiasi bibirnya. "Kok, berhenti? Saya tidak akan memecat seseorang hanya karena ucapannya yang menggelikan. Tapi saya suka istilah kamu. Gelombang longitudinal." Julian menggerakkan jari, gestur menciptakan tanda kutip ketika ia menyebutkan kalimat gelombang longitudinal.
3.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang elude
Read
+Library
Elena

Elena

*** Jangan sampai kelewatan kelanjutannya ya😊. Silahkan like ❤ dan komen ya,dan jangan lupa subscribe ceritaku lainnya supaya makin semangat menulisnya😁
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 91 Beses bilang elude
Read
+Library
U

U

Saling menatap satu sama lain dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang. Satu yang aku tahu bahwa, 'mencintai dengan hati bukanlah ego'. Ego hanya membuat kita menjadi serakah. Yura End POV. ***
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 122 Beses bilang elude
Read
+Library
Reuni

Reuni

Dimas bangkit dari tempat duduk, dan menuju Glen putra kecilnya yang sedang asik bermain mobil-mobilan. "Ih seru banget sii...Ayuk sayang kita jalan-jalan, kita ke taman bermain nanti kita main bom-bom car ..ayukkk sini Papa gendong..sini naik kuda..." Dimas menggendong Glen di pundaknya sambil menirukan suara kuda berlari, Glen yang baru mau beranjak usia 2 tahun pun sangat senang, keceriaan nampak diwajah mereka semua.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 108 Beses bilang elude
Read
+Library
ARABELLA

ARABELLA

Brukk "Awhhh," "Araaa"
106.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 168 Beses bilang elude
Read
+Library
Mas Duda Nyebelin

Mas Duda Nyebelin

goda Adelio. Tanpa harus bertanyapun sebenarnya Adelio tau bagaimana perasaan kedua temannya itu, Arta dan Heera. Mereka saling menyukai tapi terhalang dengan komitmen yang Heera buat pada dirinya sendiri, sementara Arta dengan setianya menunggu momen yang tepat datang, yaitu ketika komitmen Heera sudah terealisasi, nanti saat Heera sudah terbebas dengan dunia perkuliahan. Bukan gengsi, hanya saja Adelio tau kalau Arta menghargai komitmen Heera, makanya pemuda itu menunggu Heera dengan sabar dan penuh ketulusan. Adelio benci fakta bahwa di dunia ini ada seorang laki-laki seperti Arta, memiliki tingkat kesetiaan dan ketulusan yang tinggi, sangat berbanding balik dengan dirinya.
9.8325.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 11.1K Beses bilang elude
Read
+Library
Ellipsis

Ellipsis

Albern memajukan badannya, dengan setengah berbisik ia berkata, "Apakah aku harus merasa terharu setelah mendengar semua uraian kamu?" Eidur menyeringai. "Tidak. Kamu cukup meludahi telapak tanganku sebagai ucapan terima kasih." Mendengar hal itu tawa Albern meledak. "Sejak kapan orang Masai bermata hijau sepertimu?" "Sejak unta dinyatakan berasal dari Amerika Utara."
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang elude
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

“Apa yang harus saya lakukan agar kamu sehat dan tidak malas, Adrian? Tapi, sepertinya kamu hanya sedang beralasan. Kamu sebenarnya dalam kondisi yang fit. Tapi, kamu hanya beralasan karena malas.” Rayuan yang begitu manis disertai oleh elusan lembut tangan kurus Elaine. Seperti inilah dia merayuku. Atau kita gunakan kata “sugesti”. Sebab, memang seperti itulah cara mainnya. Elaine adalah sumber gairah nafsu terbesarku. Jika dia telah mengeluarkan kemampuan tingkat tingginya, mana mungkin aku bisa menolak.
1013.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 529 Beses bilang elude
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status