Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LETUP

LETUP

“Cuma kebetulan aja, tiap lo butuh, gue lagi avail.” Dengkusan Kaila terdengar lagi. Ia masih pada prinsipnya yang tidak memercayai terlalu banyak kebetulan. Lagipula, bukankah ini aneh? Bukankah seorang mahasiswa yang sudah terlambat lulus seperti Fano seharusnya berusaha dua kali lebih keras daripada orang-orang yang baru pertama kali mengalami pahit-manis semester akhir seperti Kaila? Mengapa lelaki itu justru tampak terlalu santai dan tidak memiliki kegiatan?
2.7K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as elude
Read
+Library
Elegi

Elegi

"Kau tahu Kitsune? Keabadian itu tidak kekal. Membakar diri menjadi abu dan menjalani reinkarnasi tak berkesudahan itu melelahkan. Kadang aku berpikir untuk menjadi manusia saja, mereka hanya hidup sekali, mati dan benar-benar bebas dari kutukan dunia." Samar-samar suara seruling memenuhi indera pendengarannya. Jiwanya seperti diseret dengan paksa dari dimensi asing menuju tubuhnya sendiri. Kelopak kecokelatan itu membuka, menampakkan biner biru yang dimilikinya. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling dan menemukan dirinya berada di tempat tadi sebelum ia lelap; belantara Britania Raya.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as elude
Read
+Library
Lusia

Lusia

Lusia menjentikann jarinya, setelah berpikir keras akhirnya ia menemukan padanan kata yang tepat. “Dia mengabaikanku, itu tepatnya.” Eliona mengangguk, ia mencerna situasi sebelum memberikan saran. Yah setidaknya, Eliona adalah tipikal orang yang berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 154 Times as elude
Read
+Library
Gembel Elit

Gembel Elit

Jawab Helen menjelaskan secara detail kenapa ia bisa ada di sekolah ini kepada Lucky. ”Owh begitu toh rupanya. Kalau begitu selamat datang di kota Trianggel.” Seru Lucky bagai pelayan yang sedang melayani pembeli super kaya. Helen pun hanya tersipu malu dengan pipi merah merona. “Sepertinya cinta mu akan bertepuk sebelah tangan Sus.” Seru Leni kepada teman nya itu. “Loh memang nya kenapa ?"
9.94.7K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as elude
Read
+Library
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Susah payah Aksara merapikan debar dadanya yang tiba-tiba bertalu penuh ragu. Jawab, Elle. Riuh suara hati Aksara. "Mas... A-aku, aku bersedia kembali padamu." "Elle?"
1040.6K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as elude
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Prolog : Setelah hujan reda kami lanjutkan perjalanan untuk pulang dan aku langsung masak makanan favorit anak kost adalah ‘indomie seleraku.’ Malamnya kembali hujan rintik-rintik datang dan membasahi teras halaman kost ku, petir yang begitu kuat, dan tiba-tiba lampu padam dan aku kesulitan untuk mencari lilin. Berharap lampu akan menyala malam ini tapi hampir 2 jam, belum nyala juga. Aku hampir terlelap dan hujan juga mulai redah dan esok pagi aku bangun kesiangan karena lelahnya semalaman. Karena aku bangun kesiangan dan akhirnya aktivitas menjadi tidak terlaksanakan. Aku kesal dan ingin memarahi diri sendiri karena terlanjur bangun kesiangan dan hanya bisa rebahan tapi sepertinya dia tak
102.3K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as elude
Read
+Library
Let Me

Let Me

Memijatnya. Membuat liur Maria tertelan karena rasa aneh, sesuatu yang biasa kita sebut merinding. Tapi jangan bayangkan merinding karena dia suka. Jangan! Merinding dia itu merinding geli! Jijik! Setan biadab, tidak bisakah kutuk Mario menjadi batu?! "Bawa tubuhmu telungkup, Istri," bisik Mario tepat di telinga kanan Maria, oh Tuhan sejak kapan pria itu merunduk mendekatkan bibir ke telinganya?
103.9K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as elude
Read
+Library
Mandul

Mandul

"Benar Tuan muda. Apa anda memiliki perintah selanjutnya? Kemungkinan nona itu kembali di kediaman suaminya." "Sabar sebentar Kei. Aku memiliki ide yang briliant. Hahahaha memang. Tidak akan ada yang bisa lolos dari tangan seorang Arnold Darion Stephanus! Hahahaha."
105.1K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as elude
Read
+Library
SELIR HATI

SELIR HATI

Suara lembut itu kembali terdengar, kali ini lebih jelas. "Kau datang." Gita memegang lentera lebih erat. “Kau siapa sebenarnya?” "Aku Ratu Aruna... yang pertama dan terakhir.” “Aruna?” Gita menatap kaget. “Tapi, nama itu dihapus dari catatan istana.” "Karena mereka ingin aku dilupakan. Tapi darahku masih ada di sini." Suara itu semakin berat, seperti berasal dari seluruh ruangan, bukan hanya dari cermin.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 105 Times as elude
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status