Cahaya Biru
ucapnya, suaranya lembut namun berat dengan emosi.
Pipiku memanas, semburat merah merona tak terbendung. Dalam kebingungan, aku menelan ludah. "Ya ampun, kenapa sih gue jadi aneh kayak gini? Malu-maluin banget. Biru nggak ilfil kan ya sama gue?" pikiranku berkecamuk, menggelayut kejutan dan kegirangan.
Biru tersenyum kecil, matanya memancarkan kepuasan. "Aku suka kalau kamu cemburu kayak gini," katanya pelan.
Hot Chapters