Once then Forever
panggilnya dengan tangis menyertai.
Empat puluh delapan jam tanpa suara, sentuhan, senyuman dan tatapan Dimitri rasanya seperti berabad-abad. Rindu sudah lebih besar daripada gunung Everest. Melepas sebentar dekapan, ia memandangi wajah itu lamat-lamat. Meraba sesaat, kemudian memberi ciuman singkat di kening, pelipis, ujung hidung, pipi dan leher. Mungkin kegiatan itu akan terus berlanjut, jika Dimitri tidak membawanya dalam gendongan.