Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Di balik kilauannya, Cindi tahu cinta itu sudah busuk dan mati. Meski menyakitkan dan berat, Dia bukan tipe orang yang larut dalam masa lalu. Dia selalu bisa berjalan ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang. Beban berat yang selama ini menindihnya, perlahan mulai terangkat dan dibawa pergi oleh angin laut dan ombak. “Terima kasih,” katanya. Hanya dua kata, tapi terasa seberat gunung.
6.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 130 Beses bilang endlessly
Read
+Library
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

Sari kadang mengobrol dengannya sekadar menanyakan kabar, tetapi Alex hampir tidak pernah terlihat kecuali saat hendak pergi atau pulang. Siang itu, setelah selesai membersihkan halaman, Rangga duduk di bangku taman belakang. Ia mengeluarkan ponselnya yang sejak kemarin mati karena kehabisan baterai. Untungnya, ia bisa mengisi ulang dayanya tadi pagi. Dengan cepat, ia membuka aplikasi pesan dan mengetik untuk Beno. Rangga: Ben, lo di mana?
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang endlessly
Read
+Library
DINAR

DINAR

tanya dinar "jika kamu memberikannya pada iorang yang kamu cintai itu akan membuat kalian tidak akan terpisahkan dan jika kalian berpisah ada saja yang akan membuat kalian kembali, cincin ini sebagai magnet yang akan menemukan kalian satu sama lain meski kalian sudah bereningkarnasi" ungkapnya
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 181 Beses bilang endlessly
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

tanya Vanya sambil kembali menatap Jevan lagi. "Untuk mengendalikan variabel," ujar Jevan misterius sambil menggerakkan dagunya ke meja Baccarat di area High Limit yang baru saja kosong. "Siapkan itu untukku. Aku hanya akan bermain dua ronde." lanjutnya dengan menegaskan batasan permainannya.
852 viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang endlessly
Read
+Library
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

“Becanda. Becandaaa!” Sore itu tak ada yang aneh pada awalnya. Semuanya seperti hari-hari sebelumnya. Faiz tak tahu kalau sebenarnya itu hari terakhir dimana ayahnya tinggal bersamanya. Ketiga sahabat itu masih di rumah Faiz sampai senja. Mereka masih dengan nikmat membakar kedelai yang mereka dapatkan di sawah sebelum pulang ke rumah masing-masing.
105.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 111 Beses bilang endlessly
Read
+Library
EMERALD

EMERALD

Hal itu sangat melekat di ingatannya Dada Alin terasa begitu sesak, tubuh nya mulai melemah. Alin tidak sanggup lagi menopang tubuh nya yang sudah basah kuyup. Mata Alin sudah buram saat ia melihat sekeliling taman. Dari kejauhan ia melihat seseorang yang berlari menuju arahnya. Tubuh yang kekar dan tinggi itu terlihat jelas oleh Alin. Alin sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang endlessly
Read
+Library
Di ujung penantian

Di ujung penantian

Cinta yang diperjuangkan dalam doa disepertiga malam mengharap sebuah jawab, walau hati tak siap Mencintai dalam diam, mencintai dengan rahasia mencintai dalam barisan doa tanpa berkesudahan Menitipkan cinta dalam doa, Menitipkan jawab yang sesuai harap, Menitipkan dia sang pelengkap jiwa, Menitipkan dia sang penyempurna agama, Kasih, dengarkanlah doa disepertiga malamku Menyebutmu penuh rindu Menunggumu bersama dentingan waktu Meratap, bermuhasabah demi cinta yang kutunggu *** KRiiiiiNGGGGG Jam weker di meja nakas berbunyi nyaring memekakkan telingga, Erlangga mengagap nakas demi menghentikan sebuah bunyi yang melengking membangunkan raganya.
1010.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 298 Beses bilang endlessly
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

“Okay. Saya minta maaf kalau kamu merasa saya orang yang terlalu memaksamu. Tapi, percayalah, ini demi masa depanmu, Adrian.” “Masa depan yang mana maksud lo? Gue udah nggak punya masa depan. Gue rasa, masa depan gue hanya kematian dan rasa lelah yang menunggu waktu untuk menghabisi nyawa gue.” “Masa depanmu adalah kenikmatan. Setelah ini, akan lebih banyak kenikmatan yang akan kamu dapatkan.” Betapa lelah diriku berbicara perihal kenikmatan, tetapi lelah yang kudapat setelahnya. Aku mengerti Elaine seseorang yang pro di bidang ini, tetapi dia telah mengabaikan hati dan kebebasanku.
1013.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 512 Beses bilang endlessly
Read
+Library
Once then Forever

Once then Forever

panggilnya dengan tangis menyertai. Empat puluh delapan jam tanpa suara, sentuhan, senyuman dan tatapan Dimitri rasanya seperti berabad-abad. Rindu sudah lebih besar daripada gunung Everest. Melepas sebentar dekapan, ia memandangi wajah itu lamat-lamat. Meraba sesaat, kemudian memberi ciuman singkat di kening, pelipis, ujung hidung, pipi dan leher. Mungkin kegiatan itu akan terus berlanjut, jika Dimitri tidak membawanya dalam gendongan.
1018.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 745 Beses bilang endlessly
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

Tentu Fira harus menyanjung kalau Arya ternyata bisa tahu ukuran jarinya padahal mereka hanya saling berbagi genggam saja. Sepasang insan bersemuka lagi. Fira mendongak dengan mata sembab. Tangisnya belum berhenti, terasa tak bisa. Ia terlalu bahagia sebab hadiah yang terlalu indah. Memang tidak ada yang lebih indah dibanding mendengar pengakuan cinta dan permintaan untuk hidup bersama selamanya. Sepasang tangan menangkup wajahnya, jejak tangis dihapus lembut. Fira dibawa dalam dekap hangat yang lama. "I love you, Arya." Fira terisak. Peluk dibagi makin erat. "Love you now, tomorrow, and forever hours that we can." — [ forever hours - t h e e n d ] —
3.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 99 Beses bilang endlessly
Read
+Library
PREV
123456
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status