Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Di balik kilauannya, Cindi tahu cinta itu sudah busuk dan mati. Meski menyakitkan dan berat, Dia bukan tipe orang yang larut dalam masa lalu. Dia selalu bisa berjalan ke depan dan tidak akan menoleh ke belakang. Beban berat yang selama ini menindihnya, perlahan mulai terangkat dan dibawa pergi oleh angin laut dan ombak. “Terima kasih,” katanya. Hanya dua kata, tapi terasa seberat gunung.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as endlessly
Read
+Library
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

Sari kadang mengobrol dengannya sekadar menanyakan kabar, tetapi Alex hampir tidak pernah terlihat kecuali saat hendak pergi atau pulang. Siang itu, setelah selesai membersihkan halaman, Rangga duduk di bangku taman belakang. Ia mengeluarkan ponselnya yang sejak kemarin mati karena kehabisan baterai. Untungnya, ia bisa mengisi ulang dayanya tadi pagi. Dengan cepat, ia membuka aplikasi pesan dan mengetik untuk Beno. Rangga: Ben, lo di mana?
899 viewsOngoingAdded to Library 35 Times as endlessly
Read
+Library
DINAR

DINAR

tanya dinar "jika kamu memberikannya pada iorang yang kamu cintai itu akan membuat kalian tidak akan terpisahkan dan jika kalian berpisah ada saja yang akan membuat kalian kembali, cincin ini sebagai magnet yang akan menemukan kalian satu sama lain meski kalian sudah bereningkarnasi" ungkapnya
105.7K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as endlessly
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

tanya Vanya sambil kembali menatap Jevan lagi. "Untuk mengendalikan variabel," ujar Jevan misterius sambil menggerakkan dagunya ke meja Baccarat di area High Limit yang baru saja kosong. "Siapkan itu untukku. Aku hanya akan bermain dua ronde." lanjutnya dengan menegaskan batasan permainannya.
739 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as endlessly
Read
+Library
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

“Becanda. Becandaaa!” Sore itu tak ada yang aneh pada awalnya. Semuanya seperti hari-hari sebelumnya. Faiz tak tahu kalau sebenarnya itu hari terakhir dimana ayahnya tinggal bersamanya. Ketiga sahabat itu masih di rumah Faiz sampai senja. Mereka masih dengan nikmat membakar kedelai yang mereka dapatkan di sawah sebelum pulang ke rumah masing-masing.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as endlessly
Read
+Library
EMERALD

EMERALD

Suasana Cafe Langit ini adalah suasana yang paling favorit bagi setiap orang. Alin terus menerus memandangi langit, ia terus menatap melihat indahnya bintang yang bersinar. Hanya ditempat ini ia bisa melupakan sejenak masalah yang ada di dalam hidupnya yang terus datang silih berganti. Disini ia mendapatkan ketenangan dan kenyamanan yang tidak ia dapatkan dari siapa pun. “Kenapa sih Sam, kehidupan gue begitu rumit. Padahal keinginan gue sepele, gue cuma minta perhatian bokap sama nyokap gue lagi. Apa itu sulit?”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as endlessly
Read
+Library
Di ujung penantian

Di ujung penantian

Cinta yang diperjuangkan dalam doa disepertiga malam mengharap sebuah jawab, walau hati tak siap Mencintai dalam diam, mencintai dengan rahasia mencintai dalam barisan doa tanpa berkesudahan Menitipkan cinta dalam doa, Menitipkan jawab yang sesuai harap, Menitipkan dia sang pelengkap jiwa, Menitipkan dia sang penyempurna agama, Kasih, dengarkanlah doa disepertiga malamku Menyebutmu penuh rindu Menunggumu bersama dentingan waktu Meratap, bermuhasabah demi cinta yang kutunggu *** KRiiiiiNGGGGG Jam weker di meja nakas berbunyi nyaring memekakkan telingga, Erlangga mengagap nakas demi menghentikan sebuah bunyi yang melengking membangunkan raganya.
1010.5K viewsOngoingAdded to Library 294 Times as endlessly
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

“Okay. Saya minta maaf kalau kamu merasa saya orang yang terlalu memaksamu. Tapi, percayalah, ini demi masa depanmu, Adrian.” “Masa depan yang mana maksud lo? Gue udah nggak punya masa depan. Gue rasa, masa depan gue hanya kematian dan rasa lelah yang menunggu waktu untuk menghabisi nyawa gue.” “Masa depanmu adalah kenikmatan. Setelah ini, akan lebih banyak kenikmatan yang akan kamu dapatkan.” Betapa lelah diriku berbicara perihal kenikmatan, tetapi lelah yang kudapat setelahnya. Aku mengerti Elaine seseorang yang pro di bidang ini, tetapi dia telah mengabaikan hati dan kebebasanku.
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 504 Times as endlessly
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status