Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ruang hati

Ruang hati

flash back Pagi itu mendadak kayra kepingin minum coklat hangat,karena mama dan papanya lagi diluar rumah karena lagi menghadiri acara pertemuan keluarga,terpaksa kayra membuat sendiri,tiba tiba saat akan menyalakan kompor,api keluar dengan sangat besar,kayra bingung harus berbuat apa,dengan cepat tangan nya manyambar minyak sayur yang berada didekatnya ,tapi bukan malah padam melainkan apinya semakin membesar,kayra panik tidak tahu harus berbuat apa,kakinya sulit untuk digerakkan,sedangkan apinya terus membesar. "Ma...papa,kayra takut!"rengek kayra dengan linangan air mata. Duaaaar. Tabung LPG 12kg meledak,api menyambar kemana kemana,mendadak tubuh kayra langsung jatuh dan tidak sadarkan d
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Housemate

Housemate

"Iya, yang private room biasakan dipakai kalau ada acara kecil gitu. Misal satu geng lagi ngumpul disini." Kepala Nasha terus berputar kesana dan kemari meneliti setiap ornamen yang ada di ruangan tersebut. Terdapat satu meja panjang dengan 8 kursi. Benar kata Bian. Ini cocok untuk geng ciwi-ciwi yang rumpiannya tidak ingin didengar pengunjung lain. Saat menoleh pada sisi lainnya Nasha terkejut saat wajah Bian sudah berada tepat di hadapannya. Jarak mereka sangat dekat. Tidak lebih dari 10 centi.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
5D

5D

Dia adalah orang pertama yang mengenal Dira sebelum David. Dengan segala perbedaan latar belakang mereka ada satu hal yang membuat mereka menyatu dan tak terpisahkan, dan itu adalah kopi. Mereka bahkan mengibaratkan bahwa persahabatan mereka adalah kopi. “Kopi itu seperti kebersamaan, selalu mampu merangkul perbedaan." Pada tiap kamar mereka ada foto mereka berlima dengan kutipan itu. Dayyan (Latte), Dira (Caramel Coffee), Dion (Espresso), David (Hazelnut Coffee), dan Dimas (Cappucino).
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Gadis itu lantas mengambil ponsel dari saku celana, dan menghubungi seseorang. “Chel, lo dimana?” Anara berbicara dengan suara parau, saat sambungan telepon telah terhubung. “Lo, kenapa An? Gue masih stay di Paris.. Masih satu bulan lagi, beb.” Chelsea, satu-satunya sahabat yang dimiliki Anara, sekarang sedang berada di Paris mengikuti kelas exclusive seorang designer terkenal. “Ah, iya! Gue lupa masih satu bulan lagi! Ya sudah, gue tutup, deh!”
9.92.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
U

U

Tak berapa lama, Ari dan Lia datang. Yura, Ari, dan Lia mulai berjalan ke arah ruang UKM, dengan sangat hati-hati mereka masuk ke dalam ruangan tersebut. Ruangan berukuran 2x3 cm ini biasanya hanya diisi oleh 2 orang petugas kesehatan saja. Mereka terkadang saling bergantian untuk menjaga ruangan tersebut. Yura mulai mendekati salah satu bilik yang tertutup tirai panjang berwarna hijau muda. Kemudian dia menyibakkan tirai tersebut pelan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

Abi hanya diam memilih mengabaikan. Seusai pelajaran tahfidz, Abi meniggalkan halaqah dan mengunjungi ruangan ustadz sebelum pelajaran berikutnya kembali dimulai. Namun sayangnya, ia tak tahu dimana ruangan itu berada. Abi juga terlalu malas jika harus bertanya dengan santriwan lain. Ia akhirnya memutuskan untuk menemukannya sendiri. Mengelilingi pondok pesantren sendiri, memperhatikan setiap ruangan yang ia lewati. Hingga ia akhirnya tiba disebuah ruangan bertuliskan 'ruangan guru'. Sebenarnya ia sedikit ragu, karena dari luar, ruangannya seperti tak berpenghuni. Namun, tak ada salahnya juga jika ia mencooba mengetuknya. /Tok, tok
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Lea jadi bingung, ini orang ngomong sama siapa sebenarnya? Tangan Lea yang hendak kembali melayangkan pukulan terhenti di udara, "Ha?" "Rumah," ulang Argan. "Oh, Apartemen Griya Indah. Itu sebenarnya-- E-eh, EH! ARGAN SINTING!!! AAAARRRGGHHHH!!!" teriak Lea begitu Argan langsung menancap gas saat lampu berubah hijau.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Jempolnya refleks mengetik satu nama di kolom pencarian kontak. Rendra. Kosong. Tidak ada kontak. Tidak ada chat lama. Tidak ada apa-apa. Sepuluh tahun berlalu tanpa kabar. Tanpa apa-apa. Selin mengunci layar lagi. Ia menjatuhkan ponsel ke kasur, lalu duduk diam beberapa detik. Rasanya aneh— bukan sedih, bukan marah. Lebih ke kosong. Seolah sebagian hidupnya pernah terlipat rapi, lalu hilang begitu saja tanpa bekas.
10702 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai espacio
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status