Cinta yang Kadaluarsa
Bohong.
"Dua puluh hari lagi, kita bakal nikah. Selama 20 hari ini, aku bakal tetap di rumah temani kamu, menjadikanmu pengantin paling cantik, oke?"
Tapi, Adrian, kita tidak akan punya masa depan lagi.
Ia mengusap air mata di pipiku dengan ujung jarinya.
Mata indahnya yang selalu terlihat penuh kasih sayang itu menatapku, seolah perasaannya begitu dalam.