Resep Rahasia Sang Pecundang
Cahayanya mencapai puncak, menyilaukan seisi stadion untuk sesaat, sebelum akhirnya… pudar.
Cahaya itu lenyap seolah ditelan kegelapan. Kilau magisnya hilang. Energi yang bersemayam di dalamnya selama ini telah ikut terlepas bersama ‘Pembagian Rasa’. Kini, ia kembali menjadi apa adanya: seonggok besi tua yang lelah, penuh goresan, dan sedikit penyok. Sebuah alat biasa.
Bersamaan dengan meredupnya wajan itu, ledakan cahaya dari tubuh Radit pun surut. Aliran emas terakhir meninggalkan dirinya, dan keheningan yang tadinya agung kini terasa hampa.
Hot Chapters