Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Euforia

Euforia

Brak Reyya menggebrak meja Nindi dengan napas memburu, sorot mata bule Canada itu panik menatap gadis yang hampir terjungkal akibat ulah gebrakan meja yang tiba-tiba olehnya. "REYYA!" Pekik Nindi sebal, hancur sudah moodnya pagi ini. "NINDI!" "Ck! Apaan, sih?!" gerutu gadis imut itu sebal menatap sahabatnya. "NIN! LEO, NIN!" Dengan wajah dramatis, Reyya mengguncang tubuh Nindi, "LEO HILANG!" Sontak mata Nindi melebar, kemudian ia berdiri disertai gestur tubuh tak kalah panik.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as fade out
Read
+Library
ZahFad

ZahFad

Ia melihat sahabatnya sedang tertidur pulas. "Untung saja ia tertidur." Lalu ia bergegas memasukkan baju-baju kedalam tas besar. Zahra tampak sangat berat meninggalkan sahabatnya itu. "Aku pergi, Marisa. Selamat tinggal." *****
2.0K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as fade out
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Robby menekan tambol masuk apartemen, dan melihat Jonatan duduk di sudut dengan segelas wine. "Hentikan kebiasaan minummu saat stres Jo." Ucap Robby yang jengkel melihat sikap kekanak-kanakan Jonatan. Jonatan tidak menggubris Robby sama sekali, dan masih memandang ke arah langit yang semakin gelap. Bintang-bintang bertaburan dan suasana begitu hening. Terang saja, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Robby mengambil wine di tangan Jonatan dan menguruhnya istirahat.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 161 Times as fade out
Read
+Library
Shadow

Shadow

Namun Jean tak bisa melakukan apapun selain menangis. Watt tetap tersenyum lebar walau bibirnya sudah berlumuran darah. "Aku... pamit... se...lamat tinggal... Jean." Setelah mengatakan itu, Jean tak lagi merasakan denyut nadi di lehernya. Jean mendekatkan telinga nya ke dada Watt. Kini ia sudah benar-benar tak mendengar detak jantungnya. Jean terus menunduk, ia sama sekali tak bisa mengangkat kepalanya. Seluruh tenaga nya seakan menghilang entah kemana. Jean hanya terdiam, ia tak bisa lagi menangis. Ia merasa seluruh air mata nya sudah terkuras habis hingga tak bisa lagi menangis.
9.911.8K viewsCompletedAdded to Library 425 Times as fade out
Read
+Library
Exit

Exit

Aku dan April sudah di ambang pintu. “Nah. Semoga kalian nggak tersisihkan olehku. Cemungut kawan-kawan. April pamit undur diri.” April sedikit menyombongkan diri, sembari mengangkat telapak tangan. Isyarat untuk Laura yang berada di lorong depan perpustakaan sana, juga dadah dadah untuk empat anak tadi.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as fade out
Read
+Library
Reset

Reset

TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH. NOVEL SUDAH TIDAK TERSEDIA DI FLATFORM INI. TERIMAKASIH.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as fade out
Read
+Library
When The Lights Fade

When The Lights Fade

Suara itu meluncur, bukan karena ingin didengar, tapi karena perlu dikeluarkan. Adrian Storm, pria di sudut itu, memejamkan matanya sejenak. Ia mengenal rasa sakit dalam suara semacam itu. Suara orang yang belum tahu apakah mereka ingin berlari atau tetap bertahan. Saat laguku selesai, tepuk tangan terdengar. Tidak meriah, tidak heboh. Tapi cukup. Aku turun dari panggung, mengambil segelas air dari meja bar. Saat itulah suara berat menghentikanku.
708 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as fade out
Read
+Library
Fake

Fake

Laura menghapus air matanya kasar, lalu menghela nafas panjang. “Maaf kayaknya gue cuma ganggu lo harusnya gue tahu diri, gue telpon lagi nanti kak. Jangan capek-capek kerja di sana,” Setelah mengatakan itu Laura mematikan ponselnya, dia tahu jika Gino akan berusaha menghubunginya lagi. Gadis itu memperbaiki tampilannya dan segera membereskan barang-barangnya untuk segera pulang. “Gue duluan kak Nuri,” pamitnya ketika berpapasan dengan seniornya itu. Nuri melambaikan tangan sebagai jawaban, gadis itu berjalan menunggu angkutan umum di pinggir jalan.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as fade out
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status