Rindu yang Lupa
' tanya Aldi.
Fira malas membalas. Ia terus melangkah dengan lamunannya. Ponsel ia jadikan teman, pandangan tidak fokus ke permukaan paving-paving, melainkan pada wajah datar ponsel. Ia membuka beranda f******k, membaca status-status orang tak penting untuk pengalihan lelah. Ada foto-foto selfie yang sengaja dipamerkan netizen. Fira tak peduli, ia hanya menscroll kabar, iseng-iseng karena bosan dengan pandangan terik langit. Sebagian orang, menjadikan tempat berkreasi dengan membagikan keahlian mereka, menulis, membagikan resep makanan, atau pun ajang pamer keromantisan keluarga dan kekasih belum sah. Ia berdecak heran sebelum manik matanya terbelalak kagum dengan beberapa lukisan perempuan
Hot Chapters