Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Broken Wings

Broken Wings

Sosok Adrian yang datang sebelum aku tersadar, menambah rasa takut kehilangan itu. Aku meronta, berusaha melawan kekuatan Mba Diana yang mendorong tubuhku. Akibatnya, jarum infus yang dipasang pada punggung tanganku terlepas, sontak cairan merah berwarna amis mengalir dari tempat jarum itu tadi dipasang. Aroma amis itu seakan membawaku pada kilatan peristiwa saat aku hampir meregang nyawa di apartemen. Kilasan peristiwa yang memberikan rasa ngeri yang tak mampu kutahan. Gelap kembali menguasai, seiring suara panik Mba Diana.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Scarlet

Scarlet

Beberapa petugas yang mendengar bunyi pecahan kaca segera berlari ke halaman belakang. Sementara Scarlet yang baru saja terjatuh dari lantai dua mencoba untuk berdiri dan keluar dari halaman rumah itu. Ia berlari sebelum mendekati tembok agar bisa mendapatkan tumpuan yang bagus bagi kakinya untuk melewati pagar beton yang ada di depannya. Suara tembakkan pistol juga mengikutinya dari belakang, tapi kecepatan Scarlet membuatnya berhasil melewati pagar beton itu.
106.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Dreamer Queen
Aksi yang menegangkan dari seorang agen bernama Scarlet. Seksi dan juga penuh taktik. Sempurna untuk seorang agen. Aksi yang mendebarkan. Penulis membuat adegan yang sanggup membuat para pembaca terbawa suasana dan berasa berada di dalam cerita. KEREN, REKOMENDASI. Di tunggu kelanjutan babnya, Kak.
Queen yu
Scarlet itu aku, yang seksi nan bahenol😂😂 Aku keren loh, tapi boong😂 Ceritanya bagus banget, nyesel yang gak baca ni novel... Bagusnya minta ampun, Scarlet keren lagi😍😍 Semangat ngetik nya kak, aku tunggu bab selanjutnya❤❤
Baca Semua Ulasan
Shadow of Revenge

Shadow of Revenge

Suara tamparan memecah kesunyian di halaman rumah Melden. Chelsea, dengan api kemarahan yang menyala di matanya, menghantam wajah detektif swasta yang ditugaskan untuk menyelidiki identitas Daisy Charleston. Setiap hentakan tangan Chelsea membawa gemuruh kekecewaan dan pengkhianatan, seolah-olah setiap tamparan adalah lontaran amarah untuk segala ketidakadilan yang telah ditimpakan pada dirinya. Kemarahan yang tak terbendung itu meledak, menggema hingga ke sudut-sudut halaman yang sunyi, memberi tahu semua orang bahwa batas telah terlampaui.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
MONSTER

MONSTER

Yang tadinya secerah matahari langsung berganti jadi segelap panci gosong. Sialan. Hancur sudah hayalannya. Memang sih Jenan mengenalnya tapi bukan ini yang dia maksud. "Ke rekam cctv by the way, yang keliatan cuma muka lo sama dua temen cewe lo ini sih." info Jenan dengan santai seolah-olah itu bukan hal besar, "dan ada di gue." Sambungnya sambil menggoyangkan handphonenya. Sontak Clara, Tia dan Laras langsung panik. Berbeda dengan Ardito yang menertawakan penderitaan temannya dalam hati.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Maka, telapak tangan yang sudah lama absen menampar orang tercinta, dikembalikan lagi sebagaimana fungsinya dahulu. “AKU SUDAH MUAK DENGAN SEMUA INI! KAU PIKIR AKU TIDAK BISA MELAWAN, HAH?! AKU BISA MELAWAN GADIS SIALAN SEPERTIMU! KAU LIHAT IBUMU YANG MATI TERGANTUNG?! KAU AKAN BERNASIB SAMA, TETAPI AKU TERLEBIH DULU MEMBUNUHMU!” teriakan frustasi dari Pak Orochi menggelegar membuat semua orang bertanya-tanya apa yang terjadi, sedangkan salah satu dari mereka enggan mendekati keluarga kecil yang kini sedang terombang-ambing dalam laut luas bermusimkan badai. Murkanya Pak Orochi tidak bisa terkendali oleh Eiko, dan trauma yang hilang dari Minra terbuka kembali membuat dirinya membeku. Tidak t
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Broken Flower

Broken Flower

James tetap menggenggam selang itu erat, memastikan pria itu benar-benar tak bernyawa. Crash! Vas bunga yang tadi ditata Grassiela jatuh ke lantai, pecah berkeping-keping. Air mengalir ke lantai, membasahi pecahan kaca dan kelopak bunga mawar yang kini berserakan. Namun, Grassiela tak bisa mengalihkan pandangannya dari suaminya.
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Pejuang Terhebat No. 1

Pejuang Terhebat No. 1

Bahkan saat dia melihat burung phoenix mengembuskan napas terakhirnya, dia dengan tenang mengambil belati dari dalam Benih Mustard dan menebas perut burung phoenix. Dengan tebasan itu, darah biru samar binatang itu langsung menodai rumput. Fane bahkan tidak berkedip saat dia mengulurkan tangan ke arah perut burung phoenix. Dengan putaran tangannya, kristal inti berwarna biru yang samar ada di tangan Fane. Semua orang telah melihat apa yang terjadi, dan semua orang praktis kehilangan akal sehat dengan mata melebar dan mulut menganga. Seolah-olah mereka telah melihat hantu!
9.17.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201.6K kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Tampilkan Ulasan (2320)
Baca
+Pustaka
Feeryal Faris
novel yang menarik tetapi entah kenapa penulis gagal meneruskan jalan ceritanya. sepatutnya jika perlu menamatkan ceritanya, harus diakhiri dengan kembalinya watak utama kepada keluarganya. persoalannya sekarang bagaimana situasi ahli keluarga watak utama terutamanya isteri dan anaknya??
Adriell Stanley
jalan cerita sangat baik cuma bab tamatnya sangat tak masuk akal...banyak persoalan² tak dapat di jawab di bab akhir.sangat kecewa tamat begitu saja.sekurang²nya biar la si fane merasa kebahagian yang tak terbatas diatas kepenatannya menuju ke pejuang no satu .
Baca Semua Ulasan
KEBANGKITAN PEDANG PENELAN JIWA

KEBANGKITAN PEDANG PENELAN JIWA

bItu adalah seekor ular kecil dengan pola merah dan hitam di tubuhnya. Namun, ular kecil itu saat ini menutup matanya dan tidak bergerak, seolah sedang tertidur.n"Ular ini disebut Crimson Serpent. Ia memiliki kepekaan kuat terhadap buah langka dan tanaman berharga. Ia dapat membantu kita menemukan Frostflame Fruit." "Namun, untuk membangunkannya sekali saja, kita membutuhkan sepuluh tetes Essence Blood dari seorang Mage atau Knight yang telah mencapai Spirit Transformation Realm atau lebih tinggi."
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Sweet Chaos

Sweet Chaos

“Bodoh ya, Kamu? Lihat darah di kamu. Bodoh!” Sena tak peduli segala hal yang Quin katakan. Lebih baik dia merasakan sakit yang begitu sangat hingga tak kuat menahan sakitnya dan kembali jatuh pingsan. Siapa yang tahu, begitu bangun nanti, Sena sudah tidak ada di rumah Quin lagi. “Sadar!” seru Quin seraya menampar Sena dengan kuat. Tamparan yang benar-benar menyadarkan Sena. Dia sampai menyentuh pipinya yang terasa perih.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Penculik bertubuh kekar yang membawanya menggerutu seraya menyayatkan lagi pisau kecilnya di betis Misha yang sudah kesakitan. Gadis berambut merah itu lalu memejam menahan sengatan perih yang mulai membuatnya kewalahan. Air mata mengalir deras dari sepasang mata birunya yang membelalak lebar karena kesakitan. "Bisakah kau hentikan? Darahku hanya akan mengotori lantai dan akan meninggalkan jejak jika nanti aku harus dihabisi, bukan?" Misha berusaha berbicara dengan tenang.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai fatal frame 2: crimson butterfly
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status