Rahim Penebus Dosa
Untunglah nyawaku masih bisa diselamatkan karena Kafka sigap memberikan pertolongan pertama.
Pasca meninggalkan rumah sakit, aku girang bukan main saat Jevin membawaku makan malam di Namaaz Dining Restaurant. Itu, loh, restaurant berkonsep molecular gastronomy. Saking girangnya makan di sana, aku sampai bermetamorfosa menjadi makhluk udik yang selalu bergumam takjub, bertepuk tangan seperti anak kecil, bahkan nyaris menangis setiap kali Chef Andrian Ishak menyajikan satu hidangan yang membuat kecerdasanku meronta-rontas. Merasa miris, terhina, ngenes. Kok, bisa, ya, ada orang yang kepikiran membuat makanan enak yang bentuknya seperti bukan makanan.
Bab Populer