MENJADI ORANG KEDUA
Masih dengan nada menenangkan Santo berucap, "kamu tahu, kita tidak pernah benar-benar sendirian selama ada seseorang yang kita ingat dalam hati dan ingatan."
Adikku bahkan memperdengarkan tawa pelan untuk gadis yang tidak membalas, masih membenamkan kepala dalam dada Santo yang terbaring di atas tempat tidur.
"Kita hanya merasa sepi karena orang yang kita sayangi tidak ada bersama kita, tertawa bersama, menangis bersama, menjawab apa yang kita tanyakan, atau sekedar mengangguk membenarkan. Ataupun menggeleng tanda tidak setuju jika perlu."
Bab Populer