Pernah kepikiran nggak sih, kalau ekspresi kasih sayang dalam Islam itu sebenarnya punya tempat khusus? Kayak 'ana uhibbuka fillah' ini contohnya. Menurut yang pernah kubaca dari beberapa ulama, ungkapan ini tuh diperbolehin selama niatnya tulus karena Allah, bukan karena nafsu atau ketertarikan duniawi. Tapi, konteksnya harus jelas—misalnya untuk saudara seiman, teman dekat yang sama-sama menjaga batasan syar'i.
Yang menarik, Nabi Muhammad SAW juga pernah bilang ke sahabatnya, 'Aku mencintaimu karena Allah.' Jadi, selama ada kesadaran untuk menjaga adab dan menghindari fitnah, menurutku nggak masalah. Tapi kalau udah bikin gregetan atau bikin salah paham, ya mending dihindari aja. Intinya, balik lagi ke niat dan situasi.