Cinta Untuk Regan
Sekian detik kemudian dia melepaskan tubuhku dan tertawa lebar, sementara dua orang yang berada di ruangan bersama kami hanya tersenyum melihat adegan itu.
“Ngarep banget ya, kamu?” ucap Regan semakin tertawa kencang.
Aku menamparnya. “Kamu itu cowok gila.”
Disela perdebatan kami, pemuda yang tadi menjemputku dan wanita itu keluar membiarkan aku berdua dengan Regan di dalam ruangan.
“Aku enggak mau ada perjanjian apapun, aku tidak akan membantumu! Aku bisa menemukan ibuku sendiri, aku tidak sudi membantu laki-laki yang enggak bisa menghargai wanita seperti kamu.”
Hot Chapters