GANTENG-GANTENG PELIT
“Malah lebih asyikan di sini, di lapangan terbuka.
Nabila terdiam. Tak ada gunanya juga berdebat. Sekali-kali gapalah ia nonton layar tancap. Toh, ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya ia nonton film yang tak layak ia tonton. Selain terlalu dewasa, pemainnya adalah seangkatan bapaknya.
Ali melancarkan aksinya. Meskipun di tempat terbuka, anak Romlah itu tak malu bermesraan dengan sang pacar. Bodohnya, Nabila hanya diam, tak menolak perlakuan Ali.
“Yang, aku lapar,” ucapnya setelah beberapa menit melihat film jadul itu.
“Ya sudah, aku beli makan dulu ya!” Ali bergegas mencari makan. Tak butuh lama, Ali kembali.
Hot Chapters