Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
Di ruang utamanya, dua monitor lebar menampilkan cuplikan dokumenter berdurasi 30 menit: anak-anak pedalaman berlarian tanpa alas kaki, lumpur menempel di betis, dan kamera mengikuti dengan lembut—seolah tak dipegang tangan, tapi oleh niat baik.
Di layar itu, sosok Bumi muncul beberapa kali. Ia menggendong anak kecil, berbicara dengan seorang ibu tua di depan rumah panggung kayu. Kadang suaranya tak terdengar, tapi sorot matanya membawa bahasa sendiri.
Rio menyandarkan punggung, menatap diam. Kedua tangannya terlipat di dada, tapi jari-jarinya mengetuk-ngetuk lengan, gelisah.
Hot Chapters