Gairah Liar Perselingkuhan
“Dunia kami mungkin gila, Liv. Tapi di dalamnya tidak ada lagi dusta, tidak ada lagi separuh kebenaran. Kau adalah bagian dari masa lalu Indra yang paling berharga. Dan karena itu, kau juga adalah bagian dari masa depan kami. Masa depan kita.”
Aku menarik mereka berdua ke dalam pelukan yang erat. Tiga tubuh telanjang, masih basah oleh sisa uap spa, saling menyalurkan kehangatan yang mendalam. Kulit kami bersentuhan, memijarkan energi aneh yang menenangkan sekaligus membangkitkan. Aku merasakan isak tangis Livia yang tertahan di bahuku, getaran lembut tubuhnya yang meluruh. Di punggungku, jemari lentik Tanika membelai perlahan. Malam itu, di puncak tertinggi Jakarta, di antara gemerlap kota y