Hasrat Terpendam Sang Kameramen
“Kamu punya dua pilihan, Beni. Pertama, kamu penuhi kontrakmu yang tertunda. Masih ada tiga video yang harus kamu selesaikan sebagai kameramen. Aku butuh sentuhanmu untuk proyek khusus klien.”
“Atau,” lanjutnya, matanya menyipit menikmati reaksi Beni, “pilihan kedua. Aku punya skrip baru yang sangat menarik dengan judul Hasrat seorang gadis SMA. Ceritanya klise, tapi sangat disukai di pasaran. Dan untuk peran utamanya...” Rendra berhenti, lalu menyeringai. “Aku sudah punya calon yang sempurna. Gadis polos, tubuh mungil nan ranum, dan... Kau tahu siapa yang ku maksud, kan?”
Perkataan itu seperti pisau yang diputar di dalam luka. Beni membeku, darahnya serasa membeku. Rendra tidak hanya mengan
Bab Populer