Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Unforgettable

Unforgettable

Film yang mereka tonton rupanya bergenre romansa komedi, sampai akhir keduanya terlihat antusias, tak ingin terlewat sedetik pun. Selama pertengahan film, Brandon selalu mencari kesempatan untuk menggenggam tangan Anna, namun alhasil sampai film berakhir, ia tak kunjung bisa melakukan hal tersebut. Beberapa jam kemudian, setelah film selesai, Brandon berniat mengajak Anna kembali ke parkiran karena renananya mereka akan pergi menuju restoran bintang tiga, ia tahu jika mereka makan di tempat umum lainnya, akan ada kemungkinan orang lain yang melihat mereka dan berspekulasi yang macam-macam.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 386 Times as film you were never really here
Read
+Library
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

1. Awal judul cerita ini : Some Crazy Game, They Called Love. Karena orientasi pada akhirnya, Cheryl tak percaya itu cinta. Karena kenyataan Juna tak bisa jadi miliknya, dan juga orang tuanya yang hancur. Tapi, terlalu panjang. Gantinya I Was Never Yours. Karena dari awal sudah mau buat Cheryl dan Juna tidak akan bersatu pada akhirnya.
1026.0K viewsCompletedAdded to Library 727 Times as film you were never really here
Read
+Library
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

Diliriknya Devan yang ikut menyimak sembari masih terfokus pada jalanan. "Istirahat dan menonton film eyang. Tidak banyak yang kulakukan di malam hari sebenarnya" Yasmine sangat tahu bahwa Hana adalah orang yang menjaga privasinya, banyak hal tentang Hana yang ia ingin kulik namun Yasmine tahu diri dan memilih bertanya hal yang seperlunya. "Apa kamu punya grup? Bagaimana kamu berkumpul dengan teman-temanmu?" "Grup? Entahlah.. Tapi aku hanya memiliki beberapa teman yang tidak begitu dekat setidaknya 2 minggu sekali kami bertemu dan berkumpul"
103.8K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as film you were never really here
Read
+Library
(Not) One Night

(Not) One Night

Tapi ternyata tidak. Evelyn berjalan keluar dari kamar, mengikuti langkah Alan ke ruang keluarga. Televisi masih menyala dan sedang menampilkan film Hollywood bertema superhero. Evelyn lalu berjalan mendekati sofa, di mana Alan sudah duduk di sana. "Duduklah di sini," ucap Alan seraya menepuk pahanya sendiri. Mata Evelyn melebar melihat itu. Kedua tangannya terkepal erat, berusaha menyiapkan diri untuk melakukan hal itu.
1.6K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as film you were never really here
Read
+Library
You may also like
New Arrivals
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status