Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AFRAID

AFRAID

ucap Indra. ****** To be continue.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as firasat
Read
+Library
Anara

Anara

Bara tertawa garing, disusul oleh Anara. “well, gua pamit. Salam buat Bi Surti, bilang makasih buat minumannya!” Bara pun pamit pulang, dan mereka berjanji akan bertemu lagi besok, untuk membicarakan tentang peneror itu. *** Dddrrrtt Sebuah pesan masuk, dari Bryan. Anara membuka pesan itu, dan membaca isinya. [Sayang] disertai emot love dan cium.
9.92.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as firasat
Read
+Library
SATAPUSPI

SATAPUSPI

Suara berat khas lelaki menyapa lebih dulu, "ada apa nih? Di sini masih jam empat fajar." "Aku hanya ingin memberitahu kalau..." Reva terhenti karena tak bisa menahan tawanya, lirikan nakal ia layangkan pada Lara yang masih terpaku kebingungan. "Kalau sebenarnya Lara menyukai Abang Kris!" "Apa!?" Lara terkejut bukan main, rasanya seperti disambar petir di siang bolong, sementara dua manusia si depannya tertawa makin keras melihat wajah Lara yang padma, "apa yang..."
2.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as firasat
Read
+Library
Fare Finta [Indonesia]

Fare Finta [Indonesia]

Saran Diva mengenai tinggal di rumah Aksara. Kuhembuskan napas berat. Dengan tangan kiri menopang berat kepalaku, kulirik ponsel yang sepuluh senti lagi dapat kugapai. Belum ada sepuluh menit sejak terakhir kali aku memegangnya. Ada pesan dari Mama yang perlu kubalas. Sudah kubilang, bukan, bahwa hubungan kami mulai dekat? Tiba-tiba layar ponselku menyala. Aku tetap tak mengubah posisiku dan hanya sekilas membaca isinya melalui notifikasi yang masuk. Dari Faisal. Isi pesannya singkat.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as firasat
Read
+Library
APRILISYA

APRILISYA

April baru tahu rasanya sayang seorang ibu. *** Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm;
102.7K viewsOn holdAdded to Library 98 Times as firasat
Read
+Library
FEMININ

FEMININ

"Maa.. Maaf Tuan. Saya tidak bawa sertifikatnya. Bagaimana kalau saya kasih Tuan sebuah penawaran?" "Tawaran? Tawaran apa?" "Saya kerja disini, tanpa dibayar sesuai ketentuan dari Tuan" Rahang Jee mulai mengeras, dadanya dipenuhi dengan emosi mendengar tuturan dari Femi. Di dorongnya gadis itu sampai jatuh tersungkur "Dengar yah, cewe kampungan. Gue gak butuh penawaran murahan dari lo" Jee mencengkeram kedua pipi Femi, sampai Femi menangis ketakutan
4.7K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as firasat
Read
+Library
Genggam Tanganku menuju Jannah-Nya

Genggam Tanganku menuju Jannah-Nya

timpal Fania sebisa mungkin menampilkan wajah sedihnya Faris seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar itu, Faris melihat ke arah Rania dengan tatapan seperti ingin mengetahui lebih tentang kejelasan yang sebenarnya. Faris benar-benar sangat terkejut dengan perubahan Nayyara, meski hatinya belum sepenuhnya percaya
101.7K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as firasat
Read
+Library
HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA

Mobil Pajero berwarna hitam itu kemudian menabrak beton pembatas jalan dan berguling berapa kali baru berhenti dengan posisi terbalik. *** Susana sedang menunaikan Salat Magrib ketika ponselnya berbunyi. Untung saja, ia sudah mau selesai. Usai berdoa, ia segera mengambil benda pipih yang terus berbunyi, ternyata ibu mertuanya yang menghubungi. “Iya, hallo, Ma. Maaf baru diangkat, soalnya barusan lagi salat,” jawab Susana langsung begitu dering ke sekian kalinya berbunyi.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 635 Times as firasat
Read
+Library
Status WhatsApp Ipar

Status WhatsApp Ipar

Ingin sekali menyiram dua pasangan tidak tau malu itu dengan air cucian piring. "Datang-datang minta warisan, dipikir Masnya berguna apa?!" hardik Wati dengan suara yang sengaja dikeraskan. "Gak tau malu!" Hafsah dan suaminya menoleh. "Ck, mana Mbak Murni, kita ini buru-buru loh!" kata Hafsah salah tingkah. "Banyak yang mau kita omongin, jadi cepat ... panggil ...."
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as firasat
Read
+Library
FIORE

FIORE

Nada suaranya yang selalu terdengar ramah dan sifatnya yang sangat sabar, cukup untuk membuat Iris berpikir apakah pemuda tersebut pernah marah. Iris mendekat dan melihat kepulan asap yang berwarna— terlihat tidak aman, yang berasal dari cairan yang mendidih. Warnanya yang sangat mencolok dan berbau menyengat, membuat Iris harus menahan rasa mualnya. “Kenapa…. Warnanya seperti itu…?” Iris bertanya, satu tangannya menutup hidung dan mulutnya.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as firasat
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status