Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gadis Penebus Hutang

Gadis Penebus Hutang

kata Anggi malas melanjutkan pembicaraan itu. "Apa-apaan ini. Katanya cuma temen tapi kok ... Aaargh sial! Kenapa aku jadi begini?" Firas meletakan ponselnya di meja. Setelah itu, ia menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya sambil meraup wajahnya dengan kasar. Entah apa yang terjadi pada Firas saat ini. Bahkan Firas sendiri tidak tahu, kenapa ia marah melihat Hegar bersikukuh untuk mengejar Prita.
1056.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Teman tapi Khilaf

Teman tapi Khilaf

Sementara itu, saat melihat Gisca bahagia dengan Saga pun Barra tak merasakan cemburu seperti saat dirinya menggebu-gebu ingin memiliki wanita itu. Bukankah sekarang terbukti bahwa debaran yang dirasakannya pada Gisca hanyalah nafsu sesaat, bukanlah cinta sebenarnya. Barra tidak heran kalau kisahnya tak berakhir indah. ***
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Ditalak Suami, Dinikahi Tuan Pewaris

Ditalak Suami, Dinikahi Tuan Pewaris

Lirih Fia, sarat ketegasan di setiap katanya. "Dek, aku nggak mau berdebat lagi. Kamu cukup terima Rara sebagai madu kamu, aku yakin kalian akan hidup rukun dan aku janji akan bersikap adil pada kalian berdua." Tegas Faris tak terbantahkan.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
OBSESI BERGAIRAH

OBSESI BERGAIRAH

Ia mulai gugup, panik, ia lepaskan jas pada tubuhnya lalu berdiri, melihat seluruh tubuhnya yang kotor akibat darah. Berdiri di hadapan Demiral, menatap pria itu nanar dengan raut yang amat sangat putus asa. “A—aku tidak tahu kenapa itu terjadi. Me—mereka mendekat da—dan mencoba menyeretku, la—lalu sebelum mereka sampai aku menarik pelatuk—nya ke—kemudian itu mengenai kepala sa—salah satu dari mereka yang langsung hancur berdarah lalu mati.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Debaran Tiga Menit di Dalam Terowongan

Udara bercampur bau keringat, mie instan, dan parfum murahan membuatku mual. Pakaianku hari ini, di situasi seperti ini, benar-benar seperti sasaran empuk. Aku refleks merapatkan kedua kaki dan menyilangkan tangan di depan dada, berusaha mengurangi keberadaanku. Bus mulai berjalan dan tiba-tiba berguncang keras. Aku kehilangan keseimbangan dan berseru pelan saat tubuhku terjatuh ke belakang tanpa kendali.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Era Baru

Era Baru

Saat dia marah, wajahnya begitu buruk untuk dilihat, apalagi sorot matanya berubah menjadi lebih menakutkan. “Di mana kau bedebah? Aku benar-benar tidak bisa menerima seranganmu itu. Di saat kau sudah membuatku panas, kau meninggalkanku, dan memaksaku mendingin. Aku akan membuatmu merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan!! Lihat saja, setelah aku menemukanmu, kau akan berharap untuk tidak pernah bertemu denganku!” teriak Barata dengan kerasnya.
1058.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Kissing Partner Sang Tuan Muda

Kissing Partner Sang Tuan Muda

Mendengar ucapan sang Ibu membuat Bara sedikit lega, "Benar, ini hanya sebuah pertunangan yang bisa batal kapan pun. Kenapa aku tidak memikirkan hal ini sejak tadi?" *** "Aw!" Kara menatap tangannya tak sengaja tergores mata pisau yang tengah ia gunakan untuk memotong sayuran. Entah kenapa, tiba-tiba saja dia merasakan firasat buruk yang membuat dadanya berdebar kencang dan sedikit sesak. Kara menyentuh dadanya, "Firasat apa ini?"
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Sukses setelah dicerai

Sukses setelah dicerai

Faris sedikit cemburu dengan sikap Bara. "Baiklah, akan Kakak tunggu. Tapi apakah ada penerbangan larut malam seperti ini?" "Entahlah, pokoknya Bara akan memesan tiket penerbangan paling awal." Bara menutup panggilannya. Firasat Faris mengatakan jika Bara sangat mencintai Amanda. Bahkan rasa cintanya melebihi rasa cinta Faris kepada Amanda.
1091.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA

Mobil Pajero berwarna hitam itu kemudian menabrak beton pembatas jalan dan berguling berapa kali baru berhenti dengan posisi terbalik. *** Susana sedang menunaikan Salat Magrib ketika ponselnya berbunyi. Untung saja, ia sudah mau selesai. Usai berdoa, ia segera mengambil benda pipih yang terus berbunyi, ternyata ibu mertuanya yang menghubungi. “Iya, hallo, Ma. Maaf baru diangkat, soalnya barusan lagi salat,” jawab Susana langsung begitu dering ke sekian kalinya berbunyi.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Mas

Mari Berpisah, Mas

Ntah apa yang berada di pikiran wanita bernama Mitha itu. "Kenapa nggak sabaran nunggu?" tanya Hanif yang mendapati istrinya berdiri di pinggir jalan raya. "Aku udah kemalaman, mana besok mau ke rumah Mas Zaki," jawab Tania. "Ada acara apa?" "Tristan kecelakaan dan aku ingin menengoknya." "Aku ikut," ucap Hanif. "Tidak usah." "Pokoknya aku ikut. Terserah kamu setuju atau tidak. Ya udah, kita pulang," ucap Hanif sambil menarik lengan istrinya untuk ikut bersamanya.
24.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 515 kali sebagai firasat berdebar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status