Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

HUS_HUS Darto menggesah kedua Kucing itu, dia tidak ingin tidur istrinya terganggu, nampaknya kedua Kucing itu tidak bergeming, bahkan kini saling berhadap-hadapan, dengan suara khas Kucing Honry, “ “waduh rayuan si Jantan sudah mengena nih, wah jangan sampai kawin disini deh... emang Hotel... “ Darto memercikkan air, dan efektif, kedua Kucing itu lari, “Berdosa nggak yah, memutus tali silaturohmi begitu” terlintas dipikiran Darto begitu, hihihi dia terkekeh sendiri dengan pemikirannya Dililhatnya Ninik masih terlelap, ‘ ah syukurlah, dia tidak terganggu suara Kucing tadi, biarlah dia beristirahat dengan tenang, biar nanti malam energinya pulih, hihihihii, Haish kenapa sekarang pikiranku j
9.882.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Ini adalah salah satu aturan yang harus dia patuhi. "Kalau begitu, bagaimana kalau anak kucing ini aku simpan di kamarku? Kamarku lebih luas, dan aku juga punya pengalaman merawat kucing ketika di tanah air." Levario berkata sambil membuka album di ponselnya untuk ditunjukkan kepadanya. Ternyata wallpaper-nya adalah gambar kucing liar yang cantik. Matanya bulat dan sangat lucu. "Baik, tapi makanan kucing dan sebagainya biar aku yang beli, biaya dokter tadi sudah kamu tanggung, jadi kali ini biar aku saja."
32.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Transmigrasi Sang Nona Antagonis

Transmigrasi Sang Nona Antagonis

"Ini kucing milik gadis yang sedang bermain piano di sana." Ia memandang ke arah panggung kecil tempat Belliza duduk di depan piano. Letira mengikuti arah pandang Varella, kemudian mengangguk paham. "Oh, begitu." Perlahan, Letira mengangkat tangannya dan mengelus bulu putih Mimi. Kucing itu langsung memejamkan mata dengan nyaman, bahkan sedikit memiringkan kepalanya untuk menikmati sentuhan tersebut.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Pergi!

Biarkan Aku Pergi!

Kucing itu menghasilkan suara lucu di ruang tamu yang tenang. “...” Catherine berkedip. "Fudge?" "Meonggg!" Setelah kucing gemuk itu meregangkan tubuhnya, ia melompat dari sofa dan berjalan menuju kaki Catherine untuk mengendus mainan yang dibawanya. Tidak tertarik, kucing itu kembali ke sofa dan berbaring di atas sofa dengan sikap angkuh.
9.76.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196.9K kali sebagai foto kucing melamun
Tampilkan Ulasan (1979)
Baca
+Pustaka
Zeshan Shandu
sebenarnya aku bosan dengan alurnya yang sama... seperti g ada habisnya masalah yang terjadi. paling kasihan sama cathy.. emang boleh ya laki2 seberkuasa itu? tapi jujur aj setiap kali merasa bosan, menit selanjutnya bikin penasaran...
Ella Yuni
ceritanya bagusss banget,, walaupun chapternya ribuan tapi berasa padat gitu isinya. suka banget sama kisahnya shaun n catherine masih belum puas sama ending temen2nya shaun. chester walaupun badboy tp keren, knp harus cacat. rodney knp dibikin carakternya jd bego gini sama author
Baca Semua Ulasan
Despicable Boy

Despicable Boy

katanya, meraih tangan Milka dan mengembalikan kaus di telapaknya. Mulut Milka terkatup, matanya menatap kaus di tangan. Dengan enggan, dibukanya lipatan kaus. Matanya disambut oleh gambar seekor kucing hitam yang menatap dari dalam kotak. Di atasnya terdapat tulisan, Schrӧdinger’s cat is, lalu di baris kedua, tulisan dead dan alive bertumpuk yang dihasilkan dari ilusi foreground-background. “Apa itu kucing Schrӧdinger?”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Bergegas Lastri menuruni ranjang dan menyibak tirai yang menutupi kaca jendela kamarnya. "Meong ...!" Seekor kucing berwarna hitam melompat dari pembatas pagar rumah berlantai dua rumahnya. Lastri bernafas lega, segala hal buruk yang ada di benaknya hanyalah karena rasa ketakutannya. Lastri kembali menyandarkan tubuhnya pada dipan ranjang besar dimana setiap sisinya ada ukiran manik manik yang menyerupai bunga mawar.
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Lelaki Idaman

Lelaki Idaman

Haris menengok ke arahku dan menatapku penuh arti. "Siap, Asma. Terima kasih perhatiannya. Saya senang akhirnya ada yang perhatian dengan keadaan saya. Biasanya, di rumah sepulang kerja saya hanya bisa berbincang dengan kucing kesayangan saya." Haris mengatakan itu dengan nada yang sedikit sumbang. Dia terlihat lelah berada dalam rumahnya seorang diri.
106.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

Cakra kembali mendesah lalu melangkah ke samping, untuk membiarkan Ana melihat sesuatu yang berada di belakangnya. “Ini darahnya,” ucap Cakra sembari mengendikkan dagunya pada sesuatu yang sejak tadi bersembunyi di dekat semak-semak. Mata Ana membulat melihat seekor kucing berbulu putih yang sebagian dari ekornya dibalut oleh sapu tangan yang kini berubah kemerahan karena rembesan darah. Melihat ekspresi Ana yang berubah, Cakra mulai menjelaskan sembari melangkah perlahan menuju barang-barang Ana. Pria itu berjongkok dan mengambil salah satu foto dirinya serta teman-temannya ketika masa SMA. Dalam foto tersebut, ada Tasha dan Kekeu.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Mad Blooming Queen

Mad Blooming Queen

Fiona menekankan fakta tersebut dalam hatinya. “Meow~” Suara kucing mengeong terdengar di dalam kamar Fiona. Bersamaan dengan itu pula, Fiona melihat seekor kucing hitam melompat dengan elegannya, sang kucing hitam mendarat dengan sempurna di samping Fiona. Kucing hitam tersebut menatap pemandangan di depan sana yang tengah dilihat oleh Fiona, ekspresinya yang begitu kalem membuat siapa pun merasa tenang dan ingin membelai kucing hitam tersebut.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
10 Years Ago

10 Years Ago

SOMEDAY “Suatu hari nanti kamu akan menyadari bahwa orang yang layak kamu pilih adalah orang yang selalu ada di sampingmu." ✈✈✈ "Milo, lihat kamera ini sebentar aja," pinta seorang gadis dengan rambut dicepol. Kamera digital di tangannya mengarah pada seekor kucing berwarna hitam. Milo merealisasikan permintaannya. Kucing itu menoleh dan menatap lama kamera. Andin tersenyum menatap layar. Satu jarinya menekan tombol shutter untuk mengambil gambar.
1015.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai foto kucing melamun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status