Dari Budak Menjadi Bencana
Ini adalah ujian kecerdasan, bukan kekuatan.
Aku memutuskan untuk meninggalkan Fragment itu. Tapi sebelum aku bisa berbalik, sebuah suara bergema dari bayangan di sisi lain ruangan.
"Pemakan Batu. Aku tahu kau akan datang ke sini."
Jiao melangkah keluar, tubuhnya yang besar memblokir satu-satunya jalan keluar yang kulihat. Mata merahnya bersinar dalam kegelapan, dan aura Bibit-nya yang diperkuat oleh pembunuhan membuat udara di sekitarnya bergetar. Di tangannya yang kotor, dia memegang sebuah Seal Fragment—nyata atau palsu, aku tidak bisa memastikan.