Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gelang Langit

Gelang Langit

Waktu seperti melambat. Rakasura berdiri di tengah lingkaran. Ia melepaskan bungkusan kecil yang selama ini tersimpan di dalam ransel. Satu demi satu, ia keluarkan lima fragmen: logam, kayu, air, tanah, dan napas. Kelima fragmen itu melayang perlahan di udara, mengitari tubuhnya. Masing-masing memancarkan cahaya samar dari unsur mereka—biru, hijau, kuning, merah, dan putih.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MILIK MORETTI

PEREMPUAN MILIK MORETTI

Lalu melepas. Julian melambat. Satu langkahnya selesai sedikit lebih lambat dari yang lain. Adriano tidak mengubah ritme. Jeda itu dibiarkan. Julian berhenti. Sedikit masuk dari garis lurus. Di depannya—rak tingkat tengah. Satu peti terbuka. Di dalamnya, tiga fragmen. Diletakkan terpisah. Garis ukirannya melingkar, terputus sebelum bertemu.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Suara itu adalah suara Kaelan dewasa. "Liam, dia tidak benar-benar mati," Elena menoleh dengan mata berbinar. "Jiwa Kaelan terpecah menjadi tujuh fragmen utama saat Reset Besar terjadi. Setiap fragmen mewakili satu aspek dari kemampuannya: Konstruksi, Logika, Emosi, Ruang, Waktu, Kehancuran, dan Penciptaan." "Jika kita bisa mengumpulkan semua fragmen itu... apakah kita bisa membawanya kembali?" tanya Liam dengan harapan yang meluap.
626 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
Mr. Fragrant and Me

Mr. Fragrant and Me

Kala mengaduh saat bahunya ditabrak sesuatu yang keras. “Maaf – maaf, gak sengaja. Sakit ya?” Kala menoleh, dan mendapati seorang lelaki yang tengah berdiri sembari menatapnya penuh penyesalan. “Sakit ya?” Tanyanya sekali lagi. Kala menggeleng pelan, “Sakit dikit, tapi gapapa.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Surga yang Berdarah : Reinkarnasi Sang Kaisar Terbuang

Bayi itu tersenyum – tangan kecil menggenggam kristal – cahaya merah masuk ke dalam dada – bergabung dengan segitiga, membentuk segi-empat sempurna di dadanya. Kata keduabelas: “Lanjut.” --- Di menara, ruang kontrol. Fang Yu muncul – menatap layar rune merah besar: “FRAGMEN – EMPAT – HILANG.” Ia menekan meja – batu retak. “Tiga hari,” geramnya. “Tiga hari janji – tapi mereka ambil dalam dua hari.” Ia menoleh ke jendela – menatap kanal kota. “Baik. Kita kejar malam ini juga.”
967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
A Fragile Heart

A Fragile Heart

Verana terkejut dan memegangi dadanya untuk mengurangi detak jantung yang berpacu lebih cepat dari biasanya. “Cuma notif w*****d,” keluhnya sedih. Dari tadi dia menghubungi Josh tetapi nomornya tidak aktif dan mengirimi ratusan pesan yang mengancam. Siapa tahu Josh mau menikahinya. Siapa sangka, notifikasi dari ponselnya ternyata dari aplikasi w*****d. Dia kembali gusar setelah melihat ponselnya yang belum ada balasan dari Josh.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

ucap lawannya dengan sorot mata yang tajam serta seringai yang tampak menakutkan. Lalu dengan entengnya ia membanting tubuh si kepala anjing ke lantai. Hingga memperdengarkan suara ledakan yang disertai serpihan-serpihan kecil keramik berwarna putih juga debu yang bertebaran di udara. "Bagaimana? Tidak sakit, bukan?" tanyanya sambil melepaskan cengkeraman. "Si-siapa k-kau se-benarnya?"
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
Ellipsis

Ellipsis

Dan ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja. Hani seolah tidak peduli dengan sakit yang menghujam tubuhnya. Ia sepertinya juga mengabaikan perih yang menerpa indera penglihatannya. Hanya Nayla yang dipikirkannya. Hanya bayang-bayang gadis kecil itu yang bergumul di benaknya. Dan setelah mengamati seluruh isi ruangan nan remang itu, ia menemukan sesuatu. Ada pecahan kaca yang tergeletak di sudut meja. Dengan tergopoh-gopoh ia bergerak dengan enam kaki. Sepasang kakinya sebagai pijakan dan empat kaki kursi sebagai tumpuan. Berjalan dengan menggeser badan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Apa pun fragmen itu, ia adalah pintu menuju bahaya yang jauh lebih besar. Gerry menggaruk kepala. “Oke, serius, aku nggak suka cara fragmen itu ngeliatin kita. Kayak… kucing lapar yang ngeliat ikan.” Risa menggigil. “Bara… aku takut. Benda itu… berbeda.” Bara menatap fragmen itu dengan mata serius. “Ya. Berbeda. Dan jawabannya… ada di baliknya.” Senyumnya muncul lagi, kali ini lebih tipis. “Sepertinya, petualangan kita baru saja dimulai.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

Para Ghoul berjalan pelan dan tak beraturan mengelilingi Cry yang duduk di atas gundukan koin emas dari dunia lain. “Percuma saja punya sebanyak ini kalau tidak ada partner untuk membangkitkan.” Pemuda itu mengeluh lirih. Ia menoleh ke arah serpihan-serpihan cermin yang berserakan di seantero ruangan. Kepingan-kepingan kecil itu mulai bergerak, berputar-putar lalu membentuk cermin baru dengan banyak retakan. Benda itu menghadap tepat padanya dan menampilkan pantulan diri yang perlahan berubah menjadi wajah Lucifer. “Kau masih saja bermalas-malasan,” ujar Lucifer.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai fragments
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status