AURORA
Kedua matanya yang kini irisnya berwarna merah itu memandangku sayu, seolah-olah ia tengah diliputi oleh gairah yang menggebu dan merasa frustrasi ingin segera mengakhirinya.
“K-kita sedang berada di medan perang,” cicitku dengan kedua pipi yang terasa panas. Rasa perih di bekas gigitan Aquilla masih terasa hingga membuatku tanpa sadar meringis.
Tanpa peringatan, Aquilla mempersempit jarak di antara wajah kami dan berakhir kedua bibir kami saling bertaut. Rasa manis dari darahku yang belepotan di bibir Aquilla mewarnai cita rasa ciuman kami. Seakan telah merasa candu, Aquilla mencumbu bibirku dengan rakus. Seolah-olah hari akan berakhir esok hari. Dan hanya sekali kami berciuman, Aquilla men
Hot Chapters