Sang Penguasa
Tiba-tiba dia membanting sebuah gelas kaca ke meja dengan keras, dan gelas itu langsung hancur berkeping-keping.
"Fugaku Meteor, Aprilia aku ingin kalian tidak bisa hidup dengan tenang!" Wajah Faruq sangat marah, tatapan matanya tajam, dan suara kutukan dengkinya bergema di bar yang kosong itu, mengerikan dan menakutkan.
Begitu melihat waktu, sudah sangat larut, dia buru-buru berdiri, berencana untuk kembali ke rumah keluarga Syailendra.
Sikat na Kabanata