DENDAM
Satu persatu dari mereka, akan membayar semua luka yang aku derita.
Melihat mereka menderita dan terluka, itu membuatku selalu merasa puas dan senang.
Aku berusaha mengendalikan emosiku, sebab itu aku selalu melampiaskan kebrutalanku dengan menghabisi binatang apapun, yang mudah kuhancurkan.
Kematian dua preman itu membuatku tersenyum.
Mereka tidak akan mudah untuk menangkapku.
Aku kembali teringat Bu Nunung, setiap kali ia marah dan bersitegang dengan suaminya. Ia akan membunuh ayam dengan brutal, bahkan, kadang kucing pun bisa jadi sasaran.