EUFORIA
“Gladis. Lo cewek yang sangat cantik. Gue akan ngerasa sangat bersalah kalau sampai ngerusak lo. Setelah gue pikir-pikir, lo nggak pantas untuk jadi pelampiasan gairah sesaat gue.
Sebaliknya, lo harus jadi idola yang bisa dibanggakan di negeri ini. Gue yakin, banyak laki-laki yang menyukai lo di luar sana.”
Seketika kulihat matanya berkaca-kaca, tanda kesedihan telah hadir dalam dirinya. Dia menunduk, tetapi menikmati elusan yang kulakukan di puncak kepalanya.
“Banyak yang suka sama aku, Adrian. Tapi, banyak juga yang cuma mau menjadikan aku pelampiasan nafsu mereka.”
“Itulah kenapa gue nggak cocok …”
“Kamu beda, Adrian,” potong Gladis segera dengan air mata yang bertengger di manik. “Kamu s
Hot Chapters