Menikah dengan Musuh
"Gue pasti bakal dapat yang jauh lebih baik dari lo! And, by the way, gue nggak sejorok itu!"
"Nggak bakalan! Yang kayak gue ini one and only. Ibaratnya tuh, kayak nyari jarum ditumpukan jerami. Suatu hari nanti, kalau kita udah nggak bareng-bareng lagi, gue yakin lo bakalan kangen sama gue yang perfeksionis ini."
Davin mendelik. "Terserah."
"Kurang apa coba gue jadi istri? Gue ngurusin lo, mulai dari makan lo, baju-baju yang lo pakai, sampai semua isi rumah kinclong gara-gara dedikasi gue yang tinggi."