Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Isi pesannya sederhana: > “Jika kau membaca ini, artinya kami telah menyadari kehadiranmu. Jangan ambil lebih dari yang kau butuhkan. Warung ini punya ingatan sendiri, dan ia tidak suka kehilangan.” Ia menaruh buku kecil itu di meja di depan cangkir. Namun, hanya dalam kedipan mata, buku itu lenyap. Sima berdiri, mencari di bawah meja, di lantai, bahkan di rak-rak terdekat. Tidak ada.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
DENDAM CINTA MASA LALU

DENDAM CINTA MASA LALU

Meja kayu solid besar penuh goresan pisau ukir, rak buku berisi sketsa dan katalog perabot seni. Liam berdiri di tengah ruangan, tatapannya menyapu setiap sudut seolah mencari jawaban utuk meredakan kegelisahannya. Tapi yang ia temukan justru potongan-potongan ingatan yang datang seperti kilatan petir di tengah badai.
1054.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai gambar buku diatas meja
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Jemyadam
Terimakasih buat teman-teman pembaca yang sudah setia ngikutin semua ceritaku. LUV U PULLL buat kalian semua. Cerita ini sudah tamat. Maaf kalau aku gak bisa balas komen pembaca satu-persatu. Untuk cerita selanjutnya bisa ikuti infonya di 1G JEMYADAM8. Buat pertanyaan silahkan DM, ya... ^•^
intan
gimana ya... babang aron sedang terjebak dgn kelakuannya sendiri... gak nunjukin bini ntar si lampir makin kepedean dan ngejar² kek setan, tapi kalo nunjukin bini bakal lebih hororr dari pada dikejar setan awokawok jadi kasian aku sama kau bang hak hak hak............
Baca Semua Ulasan
Aku, istri kedua

Aku, istri kedua

Di ranjang yang tak jauh lebih besar dari kamarku. Netraku kini tertuju pada sebuah buku di atas meja sebelah ranjang kamar ini, buku bercover gambar Barbie yang mengenakan hijab, cantik sekali. Entah kenapa jiwa kepo ku ini kembali membuatku menyusuri kamar pribadi Mbak Zahra ini lebih lanjut. Aku membuka halaman itu. Tertulis lengkap profil Mbak Zahra, bahkan foto wanita cantik itu pun turut serta menghiasai lembaran pertama itu.
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 658 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
Suamiku Pangeran Muda

Suamiku Pangeran Muda

Aku harus segera menemukannya karena anakku sedang menunggu di meja makan sambil sarapan bersama abinya dan opa serta omanya. Aku melihat meja penuh buku dan beberapa lembar kaligrafi. Berantakan sekali, lalu buku manakah yng sedang dibutuhkan Iqbal? Apakah buku yang paling atas ini dan kaligrafi juga paling atas. Semoga aku tidak melakukan kesalahan, pikirku.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Tante Silvi

Gairah Liar Tante Silvi

Di sudut, terdapat rak besar berisi ratusan buku ekonomi, bisnis, dan beberapa bingkai foto. Namun dari semua kemewahan itu, yang paling mencolok adalah meja kerja Roberto—meja kayu hitam berukir minimalis, tetapi kokoh dan elegan. Di atasnya hanya ada beberapa dokumen, sebotol Scotch whisky setengah habis, dan bingkai foto seorang wanita berambut pirang dengan senyum lembut. Foto yang sudah 14 tahun tidak berubah.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
NEWBORN

NEWBORN

Annabeth menatap kembali kamar itu dan tatapannya jatuh pada rak buku di sebelah meja belajar. Annabeth berjalan ke sana, membaca judul buku-buku yang berderet rapi di sana. Kebanyakan buku itu adalah tentang desain ruangan pesta, segala hal tentang pesta pernikahan, bunga-bunga, dan desain warna-warna. Annabeth menatap meja kerja di sebelah rak itu dan keningnya berkerut ketika ia kembali menemukan foto dirinya bersama Emily dan Sarah.
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

“Ini tempat dia bekerja.” Liora menyapu ruangan dengan cahaya. Meja panjang dari kayu jati tua, di atasnya botol-botol kaca kecil, jarum tradisional, catatan berserakan. Semuanya tertutup debu, tapi ketika Harris mendekat. Sesuatu berpendar. “Lihat,” Liora berbisik. Di pojok meja, ada satu buku catatan besar dengan sampul kulit hitam. Tidak berdebu, tidak rusak. Justru menyala lemah, seolah ada cahaya dari dalam kertasnya.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
The Return Of Blood Moon Pack

The Return Of Blood Moon Pack

Kuhempaskan tubuhku di sofa tak jauh dari ranjang yang terlihat empuk dan nyaman, aku memandang sekeliling kamarnya yang di dominasi warna biru dan hitam, kamarnya cukup besar, sangat besar malah, dan semua furniture di sini terlihat mewah juga elegan, pastilah mahal harganya. Tatapanku jatuh pada meja yang aku perkirakan adalah meja kerja atau mungkin untuk belajar, dengan banyak buku dan berkas berkas disana. Aku berjalan ke arah meja dan melihat beberapa buku yang ada di rak di belakangnya, itu seperti sebuah perpustakaan mini. "Kau menyukainya?"
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?

Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?

Tidak ada hiasan berlebihan ataupun perabot mewah yang sengaja dipamerkan untuk menunjukkan kekuasaan pemiliknya. Yang ada hanyalah rak-rak buku yang memenuhi sebagian besar dinding, meja kerja besar yang dipenuhi tumpukan dokumen, serta jendela-jendela tinggi yang membiarkan cahaya siang masuk dengan leluasa. Di balik meja itu, Rion sedang duduk sambil membaca sesuatu. Ia bahkan tidak langsung menyambut kedatangannya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai gambar buku diatas meja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status