TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG
Rini Kristina bau bangkai di kamarmakhluk berjubah hitambangun tidur tiba tiba ada bekas cakaranding dong bukalah pintu
Ia duduk di tepi teras dan mengambil dua buah naga berukuran kecil yang tak masuk dalam pengiriman.
“Masih tiga jam lagi. Santai dulu,” batin Malika. Sambil menikmati buah naga, Malika memperhatikan pemandangan gunung Tumpang Pitu yang berada di sisi selatan. Di balik jajaran gunung kecil itu ada pantai Pulau Merah dan Pancer yang menjadi ikon wisata daerah Pesanggaran.
Malika tahu, pemuda jangkung bernama Nono yang mengepak buah naga di sampingnya sering kali cur-curi pandang ke arahnya.