Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

“Uncle… aku harap kau mau menerimaku. Aku akan melakukan pekerjaan apa saja asalkan kau memberiku tumpangan.” Di lantai tiga puluh unit apartemen mewah Złota 44, Ivony Anindita, 24 tahun tengah berdiri mematung di atas karpet Persia yang terasa terlalu empuk untuk kaki kasarnya yang kelelahan. Di hadapannya, sebuah pintu kayu jati masif setinggi tiga meter berdiri angkuh, memisahkan koridor apartemen dengan ruang kerja pribadi sang pemilik.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
Sang Pelindung Turun Gunung

Sang Pelindung Turun Gunung

Di kiri dan kanan meja berdiri dua pria berusia sekitar tiga puluhan. Pria berambut cepak di sebelah kiri mengenakan sepasang Sarung Tangan Tinju Besi. Desainnya sederhana, tetapi membungkus kepalan tangannya dengan sempurna, memungkinkan tenaga maksimal saat memukul, dengan tepi logam yang mampu menimbulkan kerusakan besar pada lawan. Tak diragukan lagi, dialah Walker Compton si Tangan Besi, salah satu dari Tiga Pendekar Bambu yang disebutkan Tucker Tyler.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri mungilnya itu berkali lipat lebih cantik dengan balutan kebaya putih dengan payet rumit yang memperindah bentuk tubuhnya, dan sarung songket warna cokelat keemasan yang melilit bagian tubuh bawahnya. “Kamu sangat teramat cantik, Nes,” ucap Bara, menyambut kedatangan Nesa. Gadis itu hanya diam tanpa emosi di wajahnya. Air mukanya tampak datar. Bahkan, dia tak melirik bapaknya yang entah sejak kapan datang, tahu-tahu sudah menjadi walinya di sana.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

seru Pak Karto kepada Vanua, matanya membelalak. "Pak Karto, mungkin itu burung hantu," jawab Vanua tenang, sambil menyeruput kopinya. "Burung hantu? Yang sebesar itu? Dengan mata merah menyala?" Pak Karto menggeleng. "Itu kuntilanak, Nak! Saya tahu betul!" Vanua menghela napas. "Pak Karto, sejauh ini belum ada bukti ilmiah tentang keberadaan kuntilanak atau makhluk halus lainnya. Apa Bapak melihatnya sendiri?"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA

Pocong itu melompat-lompat kembali ke sarangnya, meninggalkan Farid yang melongo bercampur kesal. "Ayo! Lanjut!" ucap Aletha kembali menyeret Farid. Kulit lengan pria itu sudah beringat dan Aletha semakin senang karena berhasil mengerjai pria sombong itu. Baru beberapa langkah, tiba-tiba ada sosok kuntilanak yang terbang di atas mereka sambil cekikikan. Kuntilanak itu berhenti dan turun tepat di depan kedua muda mudi itu. Jelas terlihat ada tali di punggungnya. Wajahnya dicat putih, memakai bola mata palsu dengan rambut panjang dan awut-awutan.
10273.3K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

kata Ujang serius sambil duduk di bangku kayu. “Tanya apaan? Tumben kamu gak numpang ngopi dan makan dulu?” canda Udin. Ujang mengabaikan candaan itu. “Semalam aku mimpi. Ada patung air mancur kepala singa, tapi tubuhnya ikan kayak duyung. Di situ ada dua angka muncul jelas banget…” Mata Udin langsung menyala. “Itu Merlion, Jang! Lambang negara Singapore!”
1029.5K viewsOngoingAdded to Library 972 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
My Beloved Trouble

My Beloved Trouble

Kusungingkan senyum seramah mungkin untuk menghilangkan lamunanku yang menyedihkan. “Yang Mas pegang itu namanya Ketipung Sentul. Dinamai sesuai daerah pembuatannya di kawasan Blitar, deketan loh sama lokasi makam Bung Karno. Ketipung itu dibuat dari kayu mahoni, dibubut, diukir, dipasang kulit lalu dipelitur. Kalau Mas pernah ke Bali dan melihat ketipung sejenis ini di sana, kemungkinan juga ketipung-ketipung itu sama dengan yang Mas pegang sekarang, sama-sama hasil produksi dari Blitar yang dipasarkan di sana.” Keduanya mengangguk-ngangguk. “Ada nggak, Kak, motif ukirannya selain yang ini?”
3.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

teriak ku memanggil-manggil Nenek Uban ketika sudah sampai di sungai. Aku berteriak-teriak memanggil Nenek Uban karena kulihat di sungai itu sepi tak ada seorangpun di sana, dari kejauhan kulihat batu besar di tengah-tengah sungai itupun tidak ada penunggunya. Yah Nenek Uban adalah makhluk halus penunggu batu besar sungai ini sebelum aku bertemu dengannya dia tinggal di batu besar itu.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
Kadrun

Kadrun

“Ibu yang buat desain ini sendiri?” Ibu itu tertawa, “saya bagian yang melukis saja, Bu.” “Siapa yang buat desain ini?” tanya Zulaikah lagi. “Ada, si Udin. Dia sudah sejak SMP diajarkan Bang Kadrun mendesain,” “Motif apa ini, bu?” “Riang-riang,” kali ini Kadrun yang menjawab, “ia terinspirasi dari serangga tonggeret yang melambangkan semangat dan kehidupan.”
4.1K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Sret Mata Arbel membulat saat Laras dan Rangga menyeret dua buah kertas oranye bertuliskan "Boarding Pass" yang besar di ujung kanannya dan lambang KAI di kirinya. Arbel mengambil satu lembar tiket yang memiliki nama Barbela Manda di bagian identitas, dan membaca tulisan Yogyakarta di bagian bawah. "Tante... Om... Ini?" Mata Arbel mulai berkaca, menatap Laras dan Rangga yang kini terkekeh dengan pandangan harap harap cemas.
1016.7K viewsOngoingAdded to Library 450 Times as gambar kuntilanak
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status