Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

“Tapi, Oma, Aku merasa nggak pantas kalau harus pakai cadar. Aku aja belum berhijab sempurna, ini malah ditambah dengan cadar.” “Aku setuju dengan Oma. Nanti aku buatkan sekalian cadarnya.” Zelda kembali menulis di atas tablet-nya kemudian menoleh ke arah Naina. “Nggak papa, Nai. Ini untuk pemotretan aja. Lagian nggak mungkin cuma diambil badannya aja. Kan udah satu set dengan kerudungnya,” balasnya. “Dan mungkin aja ada konsumen yang memang memakai cadar, jadi bisa membeli. Harganya nanti juga pasti bakal berbeda dengan yang nggak ada cadarnya,” timpal Oma Hira menambahkan.
10212.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
GADIS KESAYANGAN OM ANDI

GADIS KESAYANGAN OM ANDI

Lupa, sumpah, kaya apa wajahnya. Seharian ini, Imelda hanya duduk malas di sofa empuk yang ada di ruang tengah. Ia membuka bebeapa album foto keluarga dan mulai mengingat wajah Om Andi yang katanya ganteng dan baik itu. Kalau foto yang ada di album ini memang ganteng, tapi usia Om Andi saat itu masih dua puluh tahunan. Sedangkan sekarang usianya tiga puluh lima tahun.
777 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
ISTRI vs MANTAN

ISTRI vs MANTAN

Jangan-jangan pemilik mata indah dan tak asing dari gadis bercadar yang kunikahi itu . "Bisa beri tahu alamat dan nama pondoknya Caca? Sekalian kalau ada foto yang pakai cadar lebih baik," ujarku gugup. Tio menautkan alis ke arahku, sedang Reina merogoh ponsel di saku gamisnya. Jantungku tiba-tiba disport hebat melihat dan mengamati beberapa gambar di galeri HP adik Zahrah itu. Setelah menzoom berkali-kali, tak salah lagi, dia gadis belia yang kunikahi dadakan.
6.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan Kegatalan

Bukan Perawan Kegatalan

Bungsu Lingga itu tersenyum lebar ketika melihat kecantikan calon istrinya walau terhalang cadar. Sementara Dirga, dia juga tersenyum lebar melihat tampilan Hanum yang lain dari biasanya. Hijab warna peach senada dengan gamis yang dikenakan demikian juga Saras dan Septi. Kedua wanita paruh baya itu menutup kepalanya sama seperti yang lain. Para lelaki saling pandang. Dirga lebih dulu mengacungkan jempolnya ke atas. Memberikan apreasiasi yang cukup membahagiakan bagi para wanita yang berjalan mendekati pasangan masing-masing.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN YANG TIDAK KUIMPIKAN

PERNIKAHAN YANG TIDAK KUIMPIKAN

jelas perempuan yang memakai cadar. Pasti ukuran S itu untuk dirinya karena terlihat mungil memang. Namun, dilihat dari mata dia cantik apalagi hidung yang menjulang tinggi. Aku bisa melihat keramahan yang ada dalam dirinya ketika membayar semua gamis itu. Ya, dia yang membayar untuk teman-temannya. Tidak perlu heran, ada kemungkinan dia anak orang kaya yang dermawan. Setelah mereka pergi, kembali ada pembeli, tepatnya Dian Fahirah.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
CINTA SEORANG JANDA

CINTA SEORANG JANDA

"Ck, sudah nih sudah!" Aku tersenyum senang. Akhirnya berakhir juga. Huh... Rasanya pengap sekali. "Beneran udah ini? Gimana bentuk mukaku, Mar?" "Ya kau lihat lah sendiri. Itu ada kaca." "Allahu Robbi.... Ratih. Ini beneran kamu? Alamak hoy, cantek kali lah. Mau ku padukan kau dengan adikku yang ada di tanggerang? Kebetulan duda dia." Mak ijah yang tiba-tiba muncul langsung menghambur masuk saat melihat penampilanku.
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
Arya Tumanggala 2

Arya Tumanggala 2

Wajah orang itu tertutup secarik cadar hitam. Hanya sekedipan mata berselang, orang bercadar itu menyambar pinggang sang puteri keraton. Lantas enak saja memanggulnya ke atas bahu, seperti kuli pasar mengangkut karung beras saja. Selanjutnya yang terlihat hanyalah kelebatan bayangan orang itu meninggalkan rakit. Diiringi jerit ketakutan Dyah Wedasri yang bergema di tebing batu sepanjang tepian sungai.
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 632 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
Menukar Takdir Istri Sang Adipati

Menukar Takdir Istri Sang Adipati

"Siapkan gaun terbaikku. Yang paling mencolok, tapi tetap elegan. Dan carilah cadar sutra atau bedak paling tebal untuk menutupi memar ini. Aku akan datang ke sana dengan kepala tegak." ​"Nyonya ... apakah Nyonya yakin? Bermain Madiao dengan para nyonya itu ... mereka sangat lihai. Bagaimana jika Nyonya kalah banyak lagi seperti biasanya? Kita tidak punya banyak simpanan perak lagi," tanya Xiao Cui ragu.
1020.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Gadis ini mengenakan pakaian kulit kayu dicelup jelaga berwarna Jingga, dihias dedaunan aneka warna di bagian belakang dan dada. "Lain yang ditunggu lain yang datang!" Mulut sebelah belakang orang di atas ranjang batu berseru. Wajah di bagian depan tersenyum lebar. "Ruhjelita kekasihku! Kutunggu-tunggu kau tak pernah muncul. Tidak diharap-harap kau tahu-tahu datang! Kau membuat diriku jadi kikuk!"
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai gambar orang cadar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status