LUKA TAK BERDARAH
Fatimah serta Cindy bergegas berangkat ke masjid pesantren.
‘Ah, sial …, sial …, ternyata gadis yang selama ini menjadi sahabatku, jika berpenampilan seperti barusan, memakai gamis dengan jilbab sar’i yang menghias indah menutupi rambutnya yang lurus panjang, terlihat begitu cantik wajahnya bagaikan bidadari, apalagi dengan hiasan kacamata yang selalu dikenakannya, semakin menambah anggun dan manis. Membuatku makin terpesona dan makin cinta padanya,’ gumam Eguh dalam hati yang selalu membayangkan transformasi pada diri sahabatnya Cindy.
Sikat na Kabanata