Dua Tuan Tampan
"Aku membayangkan ada banyak elemen hijau, dedaunan yang menjalar, di tengah bangunan-bangunan pencakar langit yang kaku. Dan di beberapa bagian, kita bisa menambahkan siluet orang-orang yang berinteraksi dengan alam itu."
Raina mengamati sketsa itu. Ia merasakan gairah seninya kembali membara. "Ini luar biasa, Bima," pujinya tulus. "Aku suka idenya. Sangat kuat pesannya."
"Dan aku berpikir, kamu punya sentuhan yang unik untuk potret manusia," lanjut Bima, menatap Raina dengan keyakinan. "Aku ingin kamu yang membuat siluet orang-orang itu, Raina. Dengan gayamu yang ekspresif."
Hot Chapters