Gairah Istri Kelima Juragan
"Minumlah obat penurun panas dulu sayang dan teh hangat ini. Nanti jika kamu minum teh dengan banyak dan berkeringat mudah-mudahan saja panasnya segera turun."
"Tasha mau Ibu, Bi, Tasha kangen ibu."
"Ibu tidak kemana-mana sayang, tadi ibu hanya memiliki sedikit urusan. Sebentar lagi juga pasti pulang. Habiskanlah dulu teh hangatnya. Nanti setelah Tasha menghabiskan teh hangat ini, ibu sudah ada di depan pintu," bujuk Paramita
dengan suara yang lemah lembut.
Kemenakannya menuruti apa yang dikatakan oleh bibinya. Gadis kecil itu amat sangat menikmati teh hangat dan menghabiskannya dalam beberapa teguk saja.