Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Transmigrasi: Menjadi Sang Permaisuri Terbuang

Transmigrasi: Menjadi Sang Permaisuri Terbuang

Padahal di balik cadarnya, jantungnya sedikit menegang. Tua Liu melanjutkan. "Kalau mimisan muncul saat dingin maupun panas, berarti tubuhnya tidak mampu menyeimbangkan perubahan suhu." "Paru-paru lemah, pembuluh darah rapuh. Dan kalau semakin parah, bukan hanya mimisan tapi bisa batuk darah, bisa pingsan atau bisa mati mendadak." Tatapan Guli Haoran menjadi lebih dalam.
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Kevan terbelalak saat melihat hidung bangir Ciara masih mengeluarkan darah. "Ya, Tuhan! Sejak kapan kamu mimisan?" Kevan menumpuk dua bantal dan merapikan sprei sebentar. Lalu, dia kembali berjongkok. Kevan menggendong Ciara yang lemah dan merebahkan tubuh ramping gadis itu di atas ranjang. "Sejak kapan kamu mimisan, Nona?" Kevan mengulangi pertanyaannya. Ciara mencoba tetap tersenyum. "Sekitar 10 menit yang lalu," jawabnya lemah.
9.8129.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Master KidOO
Bab. 127-128. Citra Mr KidOO rusak sudah. Mr KidOO harusnya berdiri sendiri, baik hati, ramah, independen, dan tidak suka menjilat. Tapi, yaa sudahlah, Novel karya adikku. Dia yang mengatur semuanya. Sebagai Kakak yang baik hanya satu kalimat untuknya. “Lanjutkan. Novelnya bagus.”
Zoya Dmitrovka
Halo, Zoyaliciouz! Alhamdulillah, buku Bodyguard tamat hari ini. Thank you so much buat semua pembaca, Bang Nano, Kak Nismairmadiana, Kak KidOO, Bang Ovan, Bang Regazza, Bang Quden and semuanya. Zoya nggak bisa sebut satu-satu (≧⁠▽⁠≦) Kalian luar biasa dan kalianlah motivasi aku menulis.
Baca Semua Ulasan
Kupu-Kupu Malam Tuan Muda Cahya

Kupu-Kupu Malam Tuan Muda Cahya

Dari sebrang sana, Dmitri bagai sedang melambaikan tangan, memanggil-manggil Tamara dengan suara seksinya. Tes. Tes. Tes. Hidung Tamara terasa hangat dan basah. Ketika ia mengelap dengan punggung tangannya, Tamara kaget melihat noda merah segar menetes-netes. Ternyata ia mimisan!
777 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Petarung Terakhir Dewa Iblis

Petarung Terakhir Dewa Iblis

Idris mundur selangkah untuk memberikan ruang bagi Nyonya Yulei, Idris dan Dokter Feng menunggu reaksi Nyonya Yulei saat ini. Tidak lama Xiyu merasakan tubuh Ibunya bergetar pelan dia melepaskan pelukannya perlahan untuk melihat Ibunya, lalu Nyonya Yulei bangkit terduduk dari tidurnya secara tiba-tiba dan pada detik selanjutnya Nyonya Yulei memuntahkan Darah Hitam beserta sedikit gumpalan berwarna coklat kehitaman dari mulutnya. Darah yang di keluarkan sangat banyak sehingga lantai kamarnya menjadi basah karena darah hitam dimana-mana.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Pedang Ikatan Darah

Pedang Ikatan Darah

Cindy bahkan mengenakan gaun cantik seperti tuan putri. Sedangkan aku ditendang sampai meringkuk di tanah. Rambut awut-awutan, mengenakan baju lama yang jelas-jelas kekecilan. Sepatuku pun sobek dan luka di kakiku terbuka lagi. Darah segar membasahi sepatuku. Aku memegangi mangkuk mi di depanku dan makan dengan lahap. Sangat enak! Aku belum pernah makan mi seenak ini seumur hidupku. Mi ini membantuku lupa akan semua rasa sakit yang kurasakan saat ini.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

Aku melihat sosok perempuan bergaun putih, dengan darah yang keluar dari perut dan membasahi pakaian sampai menetes ke lantai. Aku tak kuat, menahan bau anyir darah. Bergegas keluar dan mencari toilet terdekat, untuk memuntahkan isi perut yang sudah tak bisa tertahan. Aku kaget, saat melihat kearah cermin. Rupanya, sosok itu mengikuti ku. Merintih, minta tolong. Aku bergegas keluar dari toilet dan berniat kembali ke ruangan sementara yang di gunakan Kak Vio.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
GEISHAKU KARMILA

GEISHAKU KARMILA

agar Lazuarrdi tak mengetahui kalau dia sedang mimisan. "Tadi lihat pedang itu hampir lepas dari sarungnya. Tapi, sekarang kok balik lagi posisinya kayak semula." Namun Lazuarrdi tak memperhatikan pedang itu. Dia lebih tertarik melihat tangan Annisa yang masih sibuk mengusap darah dari hidungnya. "Kamu, kenapa? Kok berdarah?" "Ehhh ... saya juga enggak tahu Mas Ardi. Tiba-tiba aja waktu lihat pedang itu, langsung mimisan."
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 853 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Sepupu dari Kampung

Sepupu dari Kampung

Yang dia rasa adalah sakit dan nyeri hebat di perutnya. "Mas, ada darah itu!" Seorang perempuan menunjuk warna merah yang masih basah di celana panjang Neni. Kebetulan Neni memakai celana perempuan model pinsil dengan bahan kain berwarna crem. Noda darah itu menjadi nyata warnanya. "Iya, itu darah sepertinya," sahut yang lain. "Bawa ke rumah sakit, aja!" Rupanya, Neni pendarahan. Bersambung
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Lelaki Penyembuh Luka

Lelaki Penyembuh Luka

Wajahnya mendarat di lantai marmer yang dingin, seketika hidungnya mengeluarkan darah. “Darah...” Dareen segera berlari ke arah Ezy mengambil tisu dan menyeka darah yang terus mengalir itu. “Apa kamu baik-baik saja?” Dareen bertanya khawatir. “Uhm, ini tidak sakit. Ini hanya mimisan biasa,” ungkapnya tenang. Dareen mendudukkan Ezy di sofa sementara dirinya berusaha menghentikan pendarahannya. Setelah lima menit akhirnya darah pun berhenti.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Kau Campakkan Aku, Kunikahi Komandanmu

Mendadak, ada darah yang mengalir dari lubang hidung wanita itu. “Ma? Mama! Mama mimisan!” Damar seketika panik. Bu Rita mendongak untuk mencegah darah mimisannya turun semakin banyak. Ia mengibaskan telapak tangannya di depan Damar yang panik, bertingkah sangat tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bu Rita mencabut beberapa lembar tisu di meja ruang tamu, kemudian menyeka darah yang keluar dari hidungnya.
9.8136.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai gambar tisu penuh darah mimisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status