Pendekar Tombak Matahari
Ia tahu, energi kehidupan ayahnya sedang terbakar habis dalam kobaran semangat tempur ini.
Tiba-tiba, dari arah belakang barisan musuh, terdengar suara terompet kerang yang melengking panjang. Seekor gajah perang raksasa dengan zirah besi lengkap merangsek maju, menghancurkan mayat-mayat di bawah kakinya. Di atas punggung gajah itu, berdiri Panglima tertinggi Jalu Pangguruh, Prabu Kertanadi, yang memegang busur raksasa.
“Indra Yudha! Terima hutang nyawa rakyatku!” teriak Kertanadi.