Rayuan Maut Para Tetanggaku
Sebuah sofa besar berbentuk L diletakkan menghadap jendela, dan di sudut ruangan, terdapat bar kecil.
“Silakan duduk, Bim,” kata Mbak Renata.
Dia berjalan ke bar dan mengambil dua gelas, lalu menuangkan cairan berwarna kuning muda ke salah satunya.
“Diminum dulu, Bim. Santai saja,” katanya sambil menyerahkan gelas itu padaku.
“Iya, Mbak, terima kasih,” kataku, mengambil gelas itu dan meneguk sedikit. Rasanya manis dan sedikit asam, seperti campuran air soda dan lemon.