Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
FOTO SUAMI DAN KEPONAKANKU

FOTO SUAMI DAN KEPONAKANKU

Arini seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami pekerja keras dan perhatian. Dia merasa sempurna sepanjang membina bahtera rumah tangga bersama Wahyu, suaminya. Memiliki usaha konveksi yang dia tekuni sejak awal bersama sang suami hingga kini menjadi besar dan memiliki beberapa karyawan. memiliki dua orang putra yang sholeh, adalah kebahagiaan yang tak tertandingi baginya. Siapa yang menyangka, bahwa rumah tangga yang dijalaninya selama berpuluh tahun itu digoncang prahara yang tak habis dia pikirkan. Suaminya kedapatan berselingkuh dengan keponakannya sendiri. Hancur dunia Arini mengetahui hubungan gelas suami dan keponakannya itu. Namun, Arini mendapat dukungan dari mertua dlserta iparnya yang begitu baik dan perhatian. Serta menentang keras perselingkuhan Wahyu. Dimulai dari kedatangan mertuanya, sampai akhirnya dia menemukan sesuatu yang ganjil dari hubungan gelap suaminya. Rupayanya, sang suami berada di bawah pengaruh ilmu hitam kiriman dari sang gundik yang merupakan keponakannya sendiri. Akan tetapi, sang keponakan pun sebenarnya dalam bahaya besar yang mengintai tanpa disadarinya. Bahwa, dia merupakan boneka hidup yang dimainkan oleh sang nenek untuk memuluskan rencananya bersekutu dengan ilmu ghaib. Dari sana, Arini dan keluarganya bertekad untuk menyelamatkan Wahyu dari lingkaran setan yang menjeratnya. Bagaimana perjuangan Arini untuk mendapatkan kembali Wahyu sebagai suaminya?
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Wanita Pengganti, Pengingat Wanita Di Masa Lalu

Wanita Pengganti, Pengingat Wanita Di Masa Lalu

Semua orang di Idalia selatan tahu bahwa Lorenzo mencintaiku dengan tergila-gila. Namun, ternyata dia menjadikan seorang wanita yang jauh lebih muda di Naplas sebagai simpanannya. Orang-orang bilang wajahnya sangat mirip denganku di masa lalu. Dia mengatakan kepada semua orang bahwa gadis itu hanyalah pengingat dari wanita yang pernah paling dicintainya. Dia juga memberi perintah tegas agar jangan ada yang membiarkanku mengetahui tentang wanita itu. Sampai hari ketika aku mengetahui bahwa aku hamil. Aku pergi ke kantornya untuk memberitahukan kabar itu sendiri, tetapi langkahku terhenti di depan pintu ketika aku mendengar suara seorang wanita muda dari dalam. "Lorenzo ... apa aku ada di sini hanya karena aku mengingatkanmu pada dirinya?" Pintunya sedikit terbuka. Dari celah itu, aku melihat seorang wanita muda yang terlalu mirip denganku, mengenakan jaketnya dan memegang gelas miliknya. Aku berdiri di sana, nyaris tidak bisa bernapas. Lalu, aku mendengarnya menjawab, "Jangan bandingkan dirimu dengannya. Dia nggak akan pernah bisa jadi seperti kamu." Aku berbalik dan pergi tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Malam itu, aku menelepon ibuku. "Ibu, aku sudah memutuskan." Ibuku terdiam sesaat. "Aku ingin sebuah kebakaran," kataku. "Sesuatu yang nggak akan menyisakan seorang pun hidup. Saat semuanya berakhir, Sofia Mardiansyah harus mati bagi dunia."
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Luka Yang Kutinggalkan

Luka Yang Kutinggalkan

Dengan kursi roda, aku memasuki aula pesta ulang tahunku yang diadakan oleh Willy. Aula yang tadinya ramai itu langsung hening seketika saat melihatku. Orang-orang yang datang ke sini masing-masing punya tujuan sendiri dan jelas bukan untuk merayakan ulang tahunku. “Itu si Joice, tunangan cacatnya Pak Willy?” “Iya, tapi sebenarnya Pak Willy itu cintanya sama Nona Anna. Barusan aku lihat mereka ciuman di pojokan.” Mereka menutupi mulut dengan gelas anggur sambil membicarakanku dengan seenaknya, mengira aku masih sama seperti dulu, cacat dan tuli. Namun, yang mereka tidak tahu, pendengaranku sudah pulih minggu lalu. Jadi, semua hinaan mereka sudah bisa kudengar jelas sekarang. Dan tunanganku, Willy hanya berdiri di samping tanpa menghentikan omongan mereka. Sepertinya dia lupa, aku jadi seperti ini karena menyelamatkannya. Saat kecelakaan itu, akulah yang mendorongnya menjauh dan aku sendiri tertabrak mobil. Saat aku berhasil diselamatkan, Willy pun bersumpah akan menjagaku seumur hidup. Tapi, hanya waktu tiga tahun saja, dia sudah berubah. Ponselku berdering. “Nona Joice, replika jenazahmu sudah selesai. Mohon balas pesan ini untuk konfirmasi, maka layanan kematian palsu akan langsung aktif. Kami akan mengirimkan jenazah itu ke pernikahanmu dengan Pak Willy dalam lima hari.” Tanpa ragu, aku menekan tombol konfirmasi. Willy, selamat atas pernikahanmu.
35.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Yang Disebut Cinta Justru Menyakiti Paling Dalam

Yang Disebut Cinta Justru Menyakiti Paling Dalam

Elric sekali lagi membawa Viera menghadiri pesta ulang tahunku. Dia merangkul pinggang wanita itu sambil memperkenalkannya kepada para tamu, "Ini sahabat terbaik Solana, sekaligus rekan kerja terbaru Grup Zubir, perusahaan keluarga Solana." Jari-jariku yang menggenggam gelas sampanye memutih. Minggu lalu, Viera baru saja merebut proyek yang sudah kutangani selama tiga tahun. Elric mendekat ke telingaku dan berbisik, "Sayang, kamu harusnya berterima kasih padaku. Aku sudah membantumu menjaga persahabatan berharga ini." Belakangan, Viera memakai perhiasanku untuk menghadiri jamuan amal, menggunakan penata rias pribadiku, bahkan mewakili Grup Khadam, perusahaan keluarga Elric, dalam rapat pemegang saham. Di hari berburu keluarga, Elric membiarkan Viera menunggangi kudaku. Dia sendiri yang menyesuaikan sanggurdi untuknya, lalu berkata kepadaku tanpa mengangkat kepala, "Kemampuan berkudamu buruk, jangan menghambat semua orang." Aku berdiri di pinggir lapangan, menyaksikan mereka berdua melompati rintangan berdampingan. Para tetua Keluarga Khadam tersenyum sambil memuji, "Viera dan Elric benar-benar serasi." Saat perjalanan pulang, hujan deras mengguyur tanpa ampun. Tak seorang pun ingat kalau aku tidak punya kendaraan. Elric hanya mengirim pesan. [ Cari jalan sendiri, jangan merusak suasana. ] Aku melepas cincin tunanganku, lalu membalas. [ Oke. ] Saat layar ponselku menyala, air hujan sedang menetes turun melewati bulu mataku. Tiba-tiba, muncul pesan dari Diego. [ Dulu ... kamu terima surat cinta itu nggak? ]
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Diriku Seutuhnya

Diriku Seutuhnya

Di malam peringatan sembilan tahun pernikahan kami, suamiku yang bernama Felix Tosa, pria yang di siang hari menguasai keluarga mafia dan di malam hari menguasai hatiku, tidak memberiku setangkai mawar pun. Dia malah memberikannya pada Celine, asisten pribadinya. Di bawah lampu gantung tempat kami pernah berdansa saat baru menikah, dia menoleh padaku dengan pesona dingin yang dulu pernah membisikkan kata cinta di telingaku. “Dia hamil,” katanya, seolah itu sudah cukup sebagai penjelasan. “Dan dia sangat pilih-pilih soal makanan. Mulai sekarang, kamu yang harus menyiapkan makanan tiga kali sehari untuknya, nggak boleh ada menu yang berulang.” “Dia juga sensitif, nggak suka tidur sendirian. Jadi, kamu harus pindah ke kamar tamu.” Ruangan itu sunyi senyap. Aku tidak berteriak, tidak juga menangis. Aku hanya mengambil koper yang sudah kubereskan, lalu berjalan menuju pintu. Kepala pelayan mencoba menahanku, tapi Felix bahkan tak berkedip sedikit pun. “Dia pasti balik lagi,” katanya malas, sambil menggoyangkan gelas anggur. “Dalam waktu tiga hari, dia akan menangis dan memohon padaku.” Tamu-tamu pun tertawa terbahak-bahak. Mereka bertaruh satu juta dolar di depan mataku. Bertaruh bahwa aku bahkan tak akan sanggup melewati malam ini dan akan kembali memohon seperti anjing jalanan yang kehilangan harga diri, memohon agar Felix membiarkanku masuk ke rumah. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku sudah menerima lambang keluarga dari ayah kandungku yang sebenarnya dan tiket pesawat pun sudah kupesan. Kali ini, aku benar-benar akan pergi.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga Tuan CEO Muda

Istri Ketiga Tuan CEO Muda

Maudy Jenkins, gadis berumur sembilan belas tahun yang bekerja di sebuah club besar ibukota sebagai pelayan harus terlibat insiden salah paham dengan seorang CEO muda. Berawal dari rasa frustasinya, Maudy mencoba ingin merasakan minuman haram itu, tapi sayangnya baru seteguk kesadarannya mulai terenggut sementara dia harus tetap melakukan pekerjaannya. Berjalan sempoyongan sambil membawa pesanan seseorang, tapi sampai di depannya dia menumpahkan gelas berisi minuman mahal memabukkan kepada sang pemesan karena otaknya semakin melemah. Entah bagaimana selanjutnya, tapi saat terbangun Maudy sudah berada di samping pria tampan yang masih terlelap. Dengan perasaan panik dan takut, Maudy menjerit karena jelas dirinya masih gadis dan takut sesuatu yang sudah dijaga rusak begitu saja dalam ketidaksadarannya. Pria di sampingnya terbangun karena teriakan tersebut, matanya menatap tajam Maudy yang sudah sesenggukan karena ketakutan "Kenapa kamu menangis? Harusnya saya yang marah karena kamu terus menggoda saya?" ujar pria tersebut membuat Maudy tersentak. "Apa aku yang menggodamu?" tanyanya sambil terbata. Gadis itu ingat dia mabuk, tapi dirinya tidak ingat selanjutnya apa yang terjadi hingga dia bangun dengan keadaan seperti ini. "Menurut kamu, saya yang menggoda begitu?" sarkas pria itu sambil beranjak. "Meski kamu yang menggoda, tapi saya siap bertanggungjawab. Minggu depan kita akan menikah!" Maudy semakin tercengang mendengarnya, kepalanya menggeleng keras berharap semuanya hanya mimpi belaka. "Aku akan menjadikanmu istri ketiga," sambung sang pria berbisik sendiri tanpa bisa didengar oleh Maudy.
667 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Menyerahkan Gairahnya Padanya

Menyerahkan Gairahnya Padanya

Pada hari jadi pernikahan pertama kami, aku baru menyadari bahwa sekotak pengaman yang kubeli sebelum pernikahan sudah lama kedaluwarsa. Tidak akan ada yang percaya, suamiku yang seorang mafia, Alvaro Munandar, dan aku belum pernah berhubungan seks. Jadi, aku mengumpulkan keberanian untuk membeli satu set piyama seksi. Setelah tiga gelas wiski, begitu Alvaro mendorong pintu masuk, aku memeluknya erat-erat. “Sayang,” bisikku di telinganya. “Tidurin aku hari ini, aku menginginkanmu...” Tetapi Alvaro menepis tanganku dengan dingin dan kejam, seolah-olah sedang mengeluarkan pistol. “Raina, kamu pelacur ya?” “Melakukan hal-hal yang tidak tahu malu berulang kali. Jika kamu benar-benar kesepian, aku akan memesankan beberapa mainan agar kamu bisa bermain sepuasnya.” Wajahku langsung pucat dan aku membeku. Aku tidak mengerti kenapa seorang istri dianggap 'pelacur' ketika dia meminta belaian dari suaminya. Malam itu, aku meringkuk di sofa dan tak kuasa menahan diri untuk mengunggah sesuatu di media sosial. [Suamiku memiliki fungsi seksual normal, kenapa dia tidak menyentuhku setelah menikah?] Seseorang berkomentar, [Mungkin suamimu punya istri lain.] Komentar itu seperti pisau, menusukku hingga tersadar. Aku tiba-tiba menyadari, mungkin bukan karena aku kurang menarik secara seksual, melainkan karena dia memang bukan milikku. Saat aku menekan tombol hapus akun, aku juga memutuskan untuk pergi. Tetapi siapa sangka bahwa pria yang tidak pernah melirikku akan menjadi gila dan mencariku setelah aku menghilang. “Raina, setelah kamu pergi, aku tak pernah bisa ereksi lagi!”
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Kini Ku Hilang Selamanya

Kini Ku Hilang Selamanya

Pada ulang tahun pernikahan kami yang ke-7, aku menindih tubuh Lionel, suamiku yang adalah seorang mafia, dan menciumnya dengan penuh hasrat. Di tengah keintiman yang membara, aku merogoh saku gaun sutra mahalku dan mengenggam test pack yang aku sembunyikan di sana. Aku berencana untuk memberitahunya kabar kehamilanku tengah malam nanti. Maryos, tangan kanan Lionel, menatapnya sambil tersenyum menggoda dan bertanya kepadanya dalam bahasa Iltan, "Bos, bidadari kecil barumu itu ... si Sofia .... Gimana rasanya?" Seketika itu juga, Lionel tertawa dengan begitu kencang, membuat bulu kudukku meremang. Lionel pun menjawab, tentunya dalam bahasa Iltan, "Rasanya seperti ... seperti buah persik yang belum matang. Segar dan lembut." Tangannya masih mengelus pinggangku dengan lembut, tetapi tatapannya tidak tertuju padaku. "Ingat, ini rahasia kita. Kalau istriku sampai tahu, habislah aku." Para anak buahnya tertawa. Mereka bersulang, berjanji untuk tidak membocorkan apa-apa. Kesabaranku perlahan menipis, digantikan dengan darahku yang mulai mendidih. Mereka semua tidak tahu bahwa nenekku berasal dari Pulau Sagara. Aku memahami semua isi pembicaraan mereka. Aku berusaha menahan emosi, mempertahankan senyum sempurna seorang istri pemimpin keluarga mafia. Meski begitu, aku tetap tak bisa membuat tanganku yang memegang gelas sampanye berhenti gemetar. Emosiku bisa meledak kapan saja dan aku tidak mau membuat kegaduhan. Jadi, untuk mengalihkan pikiranku, aku menyalakan ponsel, membuka undangan proyek riset medis internasional pribadi beberapa hari lalu, lalu menekan tombol "Terima". Dalam tiga hari, aku akan menghilang dari dunia Lionel, selamanya.
9.273.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
12.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
685 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai gelas objek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status