Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ia memperhatikan gambar-gambar potongan melintang tanah, besi beton, dan campuran semen.
Ia mulai membaca. Awalnya lambat, mengeja istilah-istilah asing seperti admixture, agregat, bekisting. Namun perlahan, ia mulai menangkap polanya. Otaknya yang encer—yang mampu menghafal gerakan silat dalam sekali lihat—ternyata juga mampu menyerap informasi visual dan tekstual dengan cepat.
Ia tenggelam dalam bacaannya. Ia membaca tentang bagaimana menghitung kebutuhan besi, bagaimana cara mengecek kualitas beton, bagaimana mengatur alur kerja tukang agar efisien.