Janda Kembang Menggoda Perjaka
Menggeram dalam bahasa Inggris yang fasih dan penuh tekanan, seolah ia sedang mendiktekan sesuatu.
"Look at the angle. Thirty degrees. Locking the wrist. Effective control."
Riana menahan napas. Itu bukan suara orang yang sedang menikmati tontonan pasif. Nada bicaranya analitis, dingin, namun diakhiri dengan geraman frustrasi yang membuat bulu kuduk Riana meremang.
“Teorinya sampah. Praktiknya harus lebih kasar.”
Suara Galih terdengar lagi, kali ini dalam bahasa Indonesia, disusul bunyi gedebuk tumpul—seperti tinju yang menghantam bantal atau kasur dengan kekuatan penuh.