LANTING BRUGA
Dewa Beralis Tebal hanya tersenyum tipis, dia mengatakan bahwa sektenya tidak bisa menerima murid sembarangan, pak tua itu juga menjelaskan mengenai Lanting Beruga secara garis besarnya saja.
"Oh, pemuda yang beruntung, semoga kau menjadi pendekar yang berbudi luhur ..."
Lanting Beruga tersenyum ramah, dia bahkan melambaikan tangannya ke arah mereka ketika meninggalkan tempat ini.
Selang beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah gerbang kono di atas dataran tinggi.
Gerbang itu dikelilingi oleh tembok beton, -tidak terlalu tinggi-, rakyat biasa bisa melihat kegiatan yang ada di dalam tembok jika mereka menggunakan tangga setinggi dua depa.
Bab Populer