Jiwa Yang Tertukar
"Sebenarnya itu suara kepalaku terbentur dinding."
"Kok, bisa?"
"Ya, namanya juga orang ihtiar, ya, bisalah?"
Eh, apa dia bilang ihtiar? Kok, tidak nyambung sama sekali, ya.
"Ihtiar apa?"
"Ya, ihtiar agar bisa ... mmm, pingsan."
"Hah!"
"Jiwaku meronta ingin balik ke raga asalnya. Aku bisa apa? Ya, sudah dibentur-benturkan saja kepalaku siapa tahu bisa pingsan dan kembali. Apa salahnya usaha."