Ada satu cerita dari Jawa yang selalu bikin bulu kuduk merinding, tentang kuntilanak yang menyamar sebagai wanita cantik di pinggir jalan. Konon, dia akan meminta tumpangan pada tengah malam, tapi begitu naik ke kendaraan, tubuhnya pelan-pelan menghilang dari kaca spion. Yang lebih serem, kadang terdengar suara tawa cempreng dari belakang padahal gak ada siapa-siapa.
Uniknya, cerita ini punya banyak versi di tiap daerah. Di Sumatera, kuntilanak diganti jadi pocong yang loncat-loncat di persawahan. Justru bagian paling ngeri itu bukan jump scare-nya, tapi detail-detail kecil kayak bau melati menusuk atau suara rantai berderak dari jauh. Makin diceritain pelan-pelan sambil dirembangin api unggun, atmosfernya jadi makin sempurna.