Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas
balasnya ketus.
"Iya, jawaban untuk apa? Kalau mau pinjam uang, ngomong sama aku, jangan sama Ibu. Karena seluruh uang Ibu sekarang aku yang pegang!" kataku santai. "Kalau mau mengembalikan UANG yang DIPINJAM oleh Bang Gery, biar aku yang terima. Tujuh puluh lima atau delapan puluh juta, ya? Mau cash? Atau di transfer?" kataku sambil membuka ponselku, seolah aku tengah mengecek sesuatu.
Dia gelagapan dan berkeringat, ditagih hutang di depan orang lain pasti sangat memalukan. Ini pukulan telak untuknya.