Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Kalimat itu membuat Arga tersenyum tipis, lalu menciumnya sekali lagi, kali ini lebih lembut, penuh cinta, seolah mengisi energi baru sebelum menghadapi malam yang semakin berat.
Langit malam penuh awan gelap, suara hujan menetes pelan di luar jendela, dan di dalam kamar utama rumah besar itu, suasana justru dipenuhi panas yang menyalakan api baru di antara dua jiwa yang sedang tertekan. Aisyah masih dalam balutan piyama tipis, tubuhnya gemetar bukan lagi karena ancaman dari luar, tapi karena tatapan Arga yang membakar, tatapan lelaki yang bukan hanya suami kontrak, tapi pelindung yang siap mengorbankan apa saja. Arga menutup laptopnya dengan gerakan tegas, lalu mendekat, meraih pinggang ist
Bab Populer